EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Wednesday, February 6, 2013

MAHARANY SUCIPTO TERTANGKAP KPK

 MAHARANI MEMBANTAH SEBAGAI GRATIFIKASI SEKS


Maharani Suciyono, 19 tahun, yang sempat digelandang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi  saat sedang bersama Ahmad Fathanah, kolega mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, pada Selasa malam lalu, 29 Januari, di Hotel Le Meridien, membantah dirinya menjadi gratifikasi seks terkait kasus suap daging sapi.

"Itu tidak benar," kata Maharani dalam konferensi pers di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa malam, 5 Februari 2013. Maharani mengaku sangat terpukul pada pemberitaan yang menyatakan dirinya menjadi gratifikasi seks dalam kasus tersebut. "Saya sangat terpukul, jujur saya tidak kuat," ujarnya.

Saat melakukan konferensi pers, Maharani mengenakan pasmina berwarna oranye yang dibalutkan di kepala. Tidak tampak sang ibu menemani Maharani. Ia hanya di dampingi ayahnya dan kuasa hukumnya, Wisnu Wardana.

Sebelumnya, Maharani yang merupakan mahasiswi Universitas Prof.Dr Moestopo [Beragama], digelandang ke KPK bersama Ahmad setelah kepergok berduaan di Hotel Le Meridien. Pada Kamis dinihari, 31 Januari, KPK membebaskan Maharani karena dianggap tidak terkait dengan kasus dugaan suap impor daging sapi

UANG KENALAN MAHARANY 10 JUTA

Tak menyangka diberi uang dalam jumlah besar, Maharany Suciyono kaget ketika uang itu disebut sebagai uang tanda perkenalan. Mahasiswi salah satu universitas swasta ini sempat menanyakan keaslian uang berjumlah Rp 10 juta tersebut saat bertemu Ahmad Fathanah di Hotel Le Meredien.

"Rani tanya ini palsu atau tidak. Lalu dia tanyakan uang sebanyak itu, kenapa dikasih ke saya. AF bilang sebagai tanda perekenalan dan uang ini asli," kata pengacara Maharany, Wisnu Wardana dalam jumpa pers di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa (5/2).

Seperti pengakuan yang sudah disampaikan Maharany sebelumnya, Wisnu menjelaskan, kliennya sebelumnya tidak mengenal Ahmad Fathanah.

"Jadi sebenarnya Rani sebelumnya tidak mengenal siapa AF, dia sedang berada salah satu kafe di Senayan City. Di situ AF melihat Rani, namun dia tidak berani berkenalan dan memberikan nomor telepon atas nama Ahmad di secarik kertas yang diberikan oleh waiters," jelas Wisnu.

Fathanah, lanjut Wisnu, meminta pelayan kafe memberikan nomor telepon itu saat Rani hendak ke toilet.

Saat keduanya bertemu di Hotel Le Meredien, Maharany kemudian menanyakan jati diri Fathanah. "Setelah bertemu dia tanya AF siapa. AF ngaku Ahmad Fathanah dan pengusaha," ujar Wisnu.

Maharany yang hadir dalam jumpa pers kemudian menjelaskan, tidak benar jika dia digerebek saat berada di kamar hotel.

"Jadi bertemu hanya di kafe lantai dasar Hotel Le Meridien. Saya nanya sama beliau Anda siapa? Beliau bilang 'saya Ahmad Fathanah seorang pengusaha'. Dia tidak bilang status beristri atau tidak. Lalu kami ngobrol, tiba-tiba dia ngasih duit, saya kaget buat apa duitnya. Kata beliau sebagai uang perkenalan, asli atau palsu? Asli kok jumlahnya Rp 10 juta rupiah. Sisanya ngobrol-ngobrol biasa aja layak baru pertama kenal. Uang itu lalu saya terima," tuturnya.

Usai minuman habis dan keduanya meninggalkan kafe beberapa saat kemudian penyidik KPK datang dan mengamankan keduanya.

"Saya shock lah kaget, saya gak tahu bisa seperti itu. Kenal aja baru," pungkas Rani yang mengenakan kerudung saat jumpa pers.


MAHARANY MELAKUKAN JUMPA PERS

Mahasiswi Moetopo Maharany Suciyono akhirnya muncul kehadapan publik. Nama Maharany menjadi buah bibir setelah KPK menangkapnya di Hotel Le Meridien bersama Ahmad Fathanah, orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Maharany menggelar jumpa pers di Hotel Nalendra di Jl Kebon Nanas, Jaktim, Selasa (5/2). Perempuan yang akrab disapa Rany ini muncul dengan kerudung warna cokelat.

Desas-desus soal Rany dengan cepat beredar luas. Dikabarkan keberadaan Rany di Le Meridien tidaklah cuma-cuma, dia dibayar Rp 10 juta. Uang itu yang diambil dari bagian Rp 1 miliar suap yang akan diberikan kepada Luthfi dari, sebuah perusahaan importir daging.

KPK sudah menetapkan empat tersangka terkait kasus dugaan suap impor daging sapi. Mereka adalah dua Direktur PT Indoguna Utama Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi, asisten pribadi Luthfi Hassan Ahmad Fathanah, dan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.


MY HOME , MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC




Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger