EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Saturday, January 21, 2012

KALTIM BUTUH 50 RIBU PELUANG BISNIS

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, mengungkapkan hal tersebut dalam kunjungan kerjanya di Semarang, Jumat (20/1). Provinsi yang strukturnya didominasi pertambangan dan migas serta menjadi lumbung energi tersebut, terus merintis percepatan pembangunan pertanian salah satunya melalui proyek ini. Dengan lapangan kerja baru itu, sedikitnya dibutuhkan 50 ribu naker yang bisa diambil dari program transmigrasi umum ataupun swakarsa mandiri.

"Kami butuh minimal 50 ribu, kalau Jateng mampu kenapa tidak? Atau mungkin katakanlah 10 ribu transmigran saja, sisanya bisa dicarikan dari daerah lain. Silakan peluang dimanfaatkan dan program ini masih sangat relevan karena bukannya memindahkan kemiskinan tapi justru ingin meningkatkan kesehjateraan rakyat," ungkap Awang di sela pertemuannya dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Hadi Prabowo, yang mewakili Gubernur Bibit Waluyo.

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang 50 ribu tenaga kerja untuk mendukung percepatan pengembangan proyek Rice & Food Estate seluas 200 ribu hektare yang tersebar di empat kota dan 10 kabupaten. Sejauh ini sudah ada 15 investor yang tertarik dengan permohonan mencapai 476.601 hektare, sedangkan lahan yang tersedia seluas 343.461 hektare.

Prof Dr Riyanto MSc dari tim percepatan proyek menjelaskan, dengan pola pengembangan itu diharapkan bisa menghasilkan salah satunya beras kualitas premium. Contoh yang sudah ada misalnya padi Adang dan beras Mayas. Jenis Mayas yang di Samarinda bisa dijual Rp 12 ribu/kg sangat disukai dan berpotensi untuk diekspor, sedangkan Adang yang ada di perbatasan Kaltim dan Malaysia merupakan konsumsi Raja Brunei Darussalam dan masyarakat Sabah.

"Tapi ada yang mencoba memasukkan secara ilegal dan diberi nama Malaysia beras Bario. Kami berjuang untuk mengembalikannya karena tanah, dana dan semua teknologinya ada di wilayah kita," ujar Riyanto.


MY HOME , MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC


Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger