EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Saturday, November 5, 2011

KPK telah menyelamatkan uang negara dari sektor migas senilai Rp.153 triliun lebih

SEKTOR MIGAS KORUP

Negaa kita tercinta .. Indonesia , Begitu banyak lahan korupsi .. para tikus2 yang selalu mengerat uang rakyat. salah satunya ada di sektor Migas yang telah berhasil diungkap oleh tim KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 5,2 triliun dari sektor minyak dan gas bumi dalam dua tahun terakhir.

"Dari Migas, kami selamatkan uang Rp 5,2 triliun cash," kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Haryono Umar, ketika ditemui di kantornya,  Hal tersebut berupa uang tunai Rp5,2 triliun dan harta tak bergerak senilai Rp148,5 triliun.

Sementara jika dihitung juga segi aset berupa helikopter, rumah, kapal tangker, dan mata bor, KPK malah mendapatkan penyelamatan keuangan negara yang lebih besar, yaitu Rp 148,5 triliun.

"Jadi total dari Migas itu kami selamatkan Rp 153,6 triliun dalam bentuk yang dan aset," kata Haryono.

Haryono mengatakan uang negara dari sektor Migas bisa diselamatkan karena KPK berhasil menemukan adanya perbedaan pendataan kilang minyak.

Untuk mencegah agar hal tersebut tak terjadi lagi, KPK mendorong agar sistem pencatatan pengilangan minyak dalam bentuk online.

"Jadi misalnya di Jakarta, kita bisa menghitung berapa sih setiap hari minyak yang naik ke permukaan," kata Haryono.

Menurut Haryono, sistem pencatatan masih manual dengan sistem pencatatan manual itu, tidak akan diketahui berapa banyak minyak yang naik ke pelabuhan setiap hariya.
Pihaknya kini tengah menghitung berapa nilai minyak yang naik ke permukaan. Sebab, selama ini perhitungan dilakukan manual. "Jadi ada petugas yang mencatat kemudian dibawalah dari, misal dari Natuna ke Jakarta. Ini produksi kita minggu lalu, padahal kan minyaknya langsung masuk tanker," imbuhnya.

"Hanya terima laporan. Maka kita tidak tahu persis berapa produksi kita," kata Haryono.

Sistem ini rawan terjadinya penyelewengan.

Haryono mencontohkan China dan Amerika sebagai rekanan kilang minyak Indonesia, mendapatkan laporan yang berbeda dengan yang diterima oleh pemerintah.

"Kalau terus begini, sebesar apapun produksi minyak kita, kita dapatnya tetap sedikit," kata Haryono.

Ditanya apakah KPK bisa memproses hukum dugaan penyelewengan penerimaan negara dari sektor migas itu, menurut Haryono KPK tidak bisa melakukan hal tersebut.

KPK tidak bisa mengusut penyelewengan itu lewat jalur penindakan, melainkan melalui pencegahan.

"Jadi memang untuk penindakan kadang-kadang kami kesulitan konstruksi hukumnya. Jadi yang paling mudah dan cepat menyelamatkan dengan upaya pencegahan," kata Haryono.

Haryono mengatakan apabila KPK menempuh jalur penindakan untuk menangani penyelewenangan ini, maka akan memakan waktu yang lama.

Hal ini, karena perusahaan Migas memiliki kontrak eksplorasi yang panjang dengan pemerintah.

"Kita belum melihat bagaimana konstruksi hukum untuk penindakan,"  kata Haryono.


MY HOME , MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger