EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Tuesday, November 22, 2011

KPK TANGKAP JAKSA DAN PENGUSAHA SWASTA DI CIBINONG

JAKSA SISTOYO KEJARI CIBINONG MENJADI TERSANGKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan seorang jaksa dan dua pihak swasta, Senin (21/11/2011). Informasi yang berhasil dihimpun, si oknum jaksa ditangkap di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat karena diduga menerima uang suap terkait perkara yang ditanganinya..

Oknum jaksa yang tertangkap merupakan Kasub Bagian pembinaan di Kejaksaan negeri Cibinong bernama Sistoyo bersama pengusaha E, AB dan satu orang sopir.

Sebelum menangkap keempatnya, sejak Senin (21/11/2011) siang, tim penyidik KPK yang berjumlah delapan orang sudah berada di sekitar lokasi untuk melakukan pengintaian.

Meski sejak siang mengintai, KPK baru melakukan operasi penangkapan pada sekitar pukul 18.00 WIB.

Sebelumnya, AB datang dengan membawa uang senilai Rp 99,9 juta dalam amplop cokelat.

Uang Rp 99,9 juta itu kemudian diletakkan AB di dalam mobil Nissan X-trail milik jaksa Sistoyo. Di saat bersamaan, E, teman AB yang merupakan pengusaha menunggu di mobil lain.

Pemberian uang diduga untuk memperingan tuntutan terhadap E yang saat ini tengah menjadi terdakwa kasus pidana umum.

Uang itu langsung disita KPK. Selain uang, KPK juga menyita mobil Avanza berplat F.

Yang pasti, ketiganya sudah dibawa ke Gedung KPK dengan menumpang tiga mobil berlainan. Mobil pertama yang datang membawa salah satu terduga kasus suap itu adalah Toyota Innova yang tiba pada pukul 19.10 WIB.

Mobil ini membawa seorang pengusaha swasta. Mobil kedua yang datang adalah Nissan Trail. Mobil ini datang berselang lima menit dari mobil pertama dan membawa seorang yang berpakaian dinas jaksa lengkap.

Sementara mobil ketiga yang datang adalah Toyota Avanza yang membawa seorang berpakaian kemeja putih. Ketiganya bungkam dan langsung masuk ke Gedung KPK untuk menjalankan pemeriksaan perdana oleh penyidik.

KPK SITA UANG Rp.99.9 Jt DARI 25 Milliar

Jaksa Agung Muda bidang pengawasan (JAM Was) Marwan Effendy mengungkap jika uang Rp 99,9 juta yang disita KPK dari mobil jaksa Sistoyo lantaran diduga sebagai suap ternyata baru uang muka alias DP. Dikonfrimasi kebenaran informasi ini, KPK mengaku masih menelusurinya.

"Apakah memang uang yang diberikan Rp 99,9juta atau seperti yang diinformasikan (Rp 2,5 miliar) masih dikembangkan," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/11/2011).

Menurut Johan, pihaknya hanya mendapati uang Rp 99,9 juta dalam penangkapan terhadap Sistoyo. Uang itu terbungkus amplop cokelat dan berada di mobil Nissan X-trail milik Sistoyo.

Uang itu, kata Johan, diberikan terkait dengan penuntutan terhadap pengusaha Edward, rekan Anton Bambang yang menjadi terdakwa kasus penipuan. Jaksa Sistoyo lah, kata Johan, yang menangani kasis itu.

"Kasusnya kasus penipuan yang ditangani S," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Marwan menyebut uang Rp 99,9 juta yang disita KPK dari mobil Sistoyo baru uang muka alias DP.

"Saya dapat informasi dari teman-teman KPK, katanya sekitar Rp 2,5 miliar. Tetapi, saya tidak tahu apakah itu untuk jaksa saja atau untuk pihak lain," tuturnya.

Menurut Juru Johan Budi, kasus ini tengah dikembangkan KPK. Tak tertutup kemungkinan penyidikan kasus ini akan berkembang kepada keterlibatan pihak-pihak lain selain tiga orang yang tertangkap tangan.

"Setelah melakukan proses pemeriksaan setelah ditangkapnya S, E dan temannya AB, KPK meningkatkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan Jaksa S sebagai tersangka bersama E dan AB," tutur Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta.

"Kita juga memeriksa cleaning service, sopir dan ada jaksa juga. Jaksa Roni namanya," kata Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/11/2011)

"Ini sedang kita kembangkan apa pemberian ini sekitar E dan S atau ada pihak lain," tutur Johan menjawab pertanyaan apakah ada hakim yang terlibat.
Keempat tertangkap tangan sendiri hingga kini masih diperiksa intensif di depan penyidik KPK. Untuk diketahui S adalah Sistoyo, E adalah Edward seorang pengusaha, dan AB adalah Anton Bambang rekan Edward.

Untuk saudara Sistoyo, KPK mengenakan Pasal 5 ayat 2 dan atau Pasal 12 huruf a dan b dan atau Pasal 11 UU pemberantasan tindak pidana korupsi. Semetara untuk Edward dan Anton Bambang, keduanya dikenakan Pasal 5 ayat 1 dan atau Pasal 13 Undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi (tribunnews)




MY HOME , MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC




Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger