EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Tuesday, July 5, 2011

KH. ZAINUDDIN MZ WAFAT | DA'I SEJUTA UMAT MENINGGAL DUNIA


Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun.......

Zainuddin Muhammad Zein begitu nama lengkapnya lahir di Jakarta tanggal 2 Maret 1951.  Dia menyelesaikan semua sekolahnya di Jakarta dan menyelesaikan strata satu di Universitas Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dia mendapat gelar doktor honoris causa dari  Universitas Kebangsaan Malaysia.

Zainuddin meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Saat itu, Ia langsung dilarikan ke RSPP karena  pingsan usai sarapan. "Habis shalat shubuh bapak sarapan. Setelah sarapan langsung pingsan," kata Lutfi, anak Zainuddi MZ di rumah duka,  Jalan Gandaria 1, Gang Haom, Jakarta Selatan.

Dijelaskan Luthfi, ayahnya tidak pernah mengeluh sakit sebelumnya. Hanya saja kata dia, Zainuddin mempunyai riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan kolesterol.
Beliau meninggal Selasa, 5 Juli 2011 Jam 10.15 WIB tadi di RSPP

Sudalno, orang kepercayaan almarhum Zainuddin MZ yang telah 16 tahun mengabdi, mengungkapkan pagi tadi sebelum meninggal, Zainuddin meminta kepada Sudalno untuk membelikan nasi uduk yang tak jauh dari rumahnya.

"Tadi pukul 08.00 Wib sempat minta dibelikan nasi uduk pagi tadi sebelum meninggal," katanya kepada wartawan di rumah duka, Selasa (5/7/2011).

Namun karena nasi uduk sudah habis, Zainuddin kembali menyuruh Sudalno untuk membeli nasi gudeg khas Yogjakarta.

"Waktu nyuruh beli nasi gudeg, bapak masih di depan kaca nyisir," imbuhnya.

Tak lama berselang, tiba-tiba seluruh anggota keluarga dikagetkan dengan teriakan istri Zainuddin yang meminta tolong karena Zainuddin jatuh pingsan. "Akhirnya dibawa ke RS PP," ucap Sudalno.

Haikal juga bercerita soal penyakit yang diderita sang ayah. Menurutnya, semalam sebelum meninggal, Zainuddin memang mengeluh pusing-pusing. Tensi darah Zainuddin juga sudah tinggi sehingga tidak bisa berangkat ke Blitar, Jawa Timur untuk berdakwah.

"Kemarin malam akhirnya saya berangkat menggantikan ayah untuk dakwah di Blitar, Jawa Timur. Pukul 10.00 WIB tadi saya dapat kabar kalau ayah meninggal dunia," kata Haikal.

Sebelum berangkat ke Blitar, Jawa Timur, Haikal sudah berpesan agar ayahnya ke dokter untuk berobat. Karena beberapa hari sebelumnya, tensi ayahnya sempat mencapai 180/110. "Saya sudah minta agar ke rumah sakit, tapi ternyata ayah nggak pergi ke rumah sakit. Dan tadi pagi sempat dibawa ke RSPP tapi tidak tertolong," kata Haikal.

Soal penyebab Zainuddin meninggal dunia, Haikal tidak mengetahui pasti. Namun selama ini, menurut Haikal, Zainuddin tidak memiliki riwayat penyakit jantung. "Dalam sejarahnya memang tidak ada penyakit jantung, tapi kalau tensinya itu memang tinggi dan kepalanya sering pusing," kata Haikal.



POLITIK DAN DAKWAH

Terpisah, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Partai Persatuan Pembangunan, Emron Pangkapi, mengatakan, sosok yang dijuluki Da'i Sejuta Umat itu telah memberikan separuh masa hidupnya di partai berlambang kabah tersebut. "Sepotong masa hidupnya diberikan di PPP," kata Emron Pangkapi, Selasa (5/7), di sela-sela Muktamar VII PPP di Bandung, Jawa Barat.

Emron mengatakan, Zainudin tetap salah satu tokoh yang telah membesarkan PPP. Sebelum di era reformasi akhirnya Zainudin mendirikan Partai PPP Reformasi yang kemudian berubah nama menjadi Partai Bintang Reformasi. "Bagaimanapun Zainudin MZ pernah berkontribusi besar," kata Emron.

Dia juga mengatakan, Zainudin pernah selama 15 tahun menjadi juru kampanye PPP. "Termasuk pada pemilu tahun 1999," katanya.

Sebelum Muktamar VII PPP di Bandung, menurut Emron, Zainudin MZ sempat berkomunikasi dengan Ketua Majelis Syariah Dewan Pimpinan Pusat PPP, Nur Muhammad Iskandar. "Beliau (Zainudin) memang sebelum muktamar itu sudah dalam keadaan sakit," kata Emron yang juga Ketua Panitia Muktamar VII PPP, itu.

Kontribusi Zainudin untuk PPP pada masa lampau kata Emron begitu besar. Kata Emron setelah Zainudin tidak lagi di PBR, sempat berkomunikasi kembali dengan PPP. "Tapi, tidak untuk berkecimpung di dunia politik. Sampai meninggal dunia hanya memberikan tausiah saja. Beliau murni berdakwah, sebelum meninggal dunia," kata Emron.

Ceramah agamanya diminati banyak orang. Baik yang mendengar langsung pada setiap acara ceramah, maupun lewat radio dan televisi. Sukses dengan ceramah agama itu, Zainuddin dijuluki dai sejuta umat.

Belakangan dia mencoba peruntungan lain di jalur politik. Masuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dia menjadi juru kampanye partai itu. Gaya dan pilihan katanya memikat banyak orang. Bersama raja dangdut Rhoma Irama, Zainuddin berkeliling daerah. Hasilnya cukup memuaskan.

Partai itu kemudian terlibat friksi, Zainuddin ikut menggalang kekuatan PPP Reformasi, yang belakangan menjelma menjadi Partai Bintang Reformasi. Dia bahkan sempat menjadi ketua umum partai itu. Belakangan terjadi friksi ketika ada pergantian ketua umum. Zainuddin pamit dari politik dan kembali memberi ceramah agama.

Keterlibatan Zainuddin dalam politik itu, tidak terlepas dari pengaruh Kyai Haji Idham Chalid. Zainuddin lama belajar di pesantren milik Idham Khalid yang menjadi salah seorang deklarator PPP itu

 DIMAKAMKAN DI BELAKANG MASJID JAMI FAJRUL ISLAM


"Amanat ayah dua tiga tahun lalu memang ingin dimakamkan di area masjid karena cita-cita ayah ingin mendirikan pondok pesantren yang mengelilingi masjid itu," kata anak pertama Zainuddin, Haikal Fikri.

Hal itu diceritakan Haikal di rumah duka, Jalan Gandaria 1, Gang H Aom, Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011). Menurut Haikal, pondok pesantren yang ingin dibangun oleh ayahnya berada area masjid. Para pengajar di pondok pesantren itu akan dimakamkan di area tersebut.

Dimakamkan di halaman belakang Masjid Jami Fajrul Islam, yang berada di dekat rumahnya. Area itu dipilih sesuai dengan amanat penceramah yang terkenal dengan sebutan Dai Sejuta Umat itu.

HaikAIal tidak keberatan jika nantinya makam Zainuddin bakal didatangi banyak pelayat. Keluarga justru senang karena banyak orang yang bakal mendoakan Zainuddin. "Ayah bukan hanya milik keluarga, tapi milik seluruh umat, silakan jika ingin berziarah dan mendoakan," katanya.

Haikal juga bercerita soal penyakit yang diderita sang ayah. Menurutnya, semalam sebelum meninggal, Zainuddin memang mengeluh pusing-pusing. Tensi darah Zainuddin juga sudah tinggi sehingga tidak bisa berangkat ke Blitar, Jawa Timur untuk berdakwah.

"Kemarin malam akhirnya saya berangkat menggantikan ayah untuk dakwah di Blitar, Jawa Timur. Pukul 10.00 WIB tadi saya dapat kabar kalau ayah meninggal dunia," kata Haikal.

Sebelum berangkat ke Blitar, Jawa Timur, Haikal sudah berpesan agar ayahnya ke dokter untuk berobat. Karena beberapa hari sebelumnya, tensi ayahnya sempat mencapai 180/110. "Saya sudah minta agar ke rumah sakit, tapi ternyata ayah nggak pergi ke rumah sakit. Dan tadi pagi sempat dibawa ke RSPP tapi tidak tertolong," kata Haikal.

Soal penyebab Zainuddin meninggal dunia, Haikal tidak mengetahui pasti. Namun selama ini, menurut Haikal, Zainuddin tidak memiliki riwayat penyakit jantung. "Dalam sejarahnya memang tidak ada penyakit jantung, tapi kalau tensinya itu memang tinggi dan kepalanya sering pusing," kata Haikal.




MY HOME , MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC





Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger