EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Wednesday, July 13, 2011

BOM MELEDAK DI PONPES KHILAFA UMAR BIN KHATTAB BIMA

DIDUGA BOM RAKITAN MELEDAK DI PONDOK PESANTREN.DI BIMA

Warga Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat, gempar, Senin (11/7) sore. Mereka amat terkejut dengan sebuah ledakan hebat yang terdengar hingga radius dua kilometer. Mencemaskan, karena sumber ledakan diduga berasal dari Pondok Pesantren Khilafa Umar bin Khattab.
Polisi tak berani mendekati ponpes karena para santri lebih dulu membentuk barikade.

Polda Nusa Tenggara Barat kesulitan mengolah Tempat Kejadian Perkara ledakan yang terjadi di dalam Pondok Pesantren Khilafiyah Umar Bin Khatab yang terletak di Bolo, Bima. Pihak pondok pesantren menghalangi aparat sejak berlangsung kemarin petang, Senin 11 Juli 2011.

"Karena ada penolakan baik dari santri maupun dari ustadnya," kata Kepala Urusan Penerangan Umum Sub Direktorat Penerangan Masyarakat Polda NTB, Ajun Komisaris Polisi Raden Sudjoko Aman, di Mataram, NTB, Selasa 12 Juli 2011.

Saat ini, pasukan gabungan sudah menuju lokasi kejadian untuk menyelidiki ledakan yang menewaskan satu orang santri itu. Pasukan yang dikerahkan antara lain dari Polres Bima, Brigade Mobil, Pengendalian Masyarakat (Dalmas) dan TNI sudah berada di lokasi kejadian.

Kepolisian, tokoh masyarakat, dan sejumlah wartawan cuma bisa memantau situasi dari luar ponpes. Beberapa warga mengatakan, ledakan terdengat sekitar pukul 15.00 WITA. Warga yang bermukim sekitar 50 meter dari ponpes mencium bau korek api sesaat setelah ledakan.

Ponpes Khilafiah Umar bin Khattab diketahui sebagai tempat Muhammad Sya`ban menuntut ilmu agama. Sya`ban menjadi "terkenal" setelah terbukti membunuh seorang polisi, 30 Juni silam

Tim Gegana Densus 88 Polda NTB juga sudah tiba. Tetapi, upaya menyelidiki penyebab kejadian ledakan yang diduga dari bahan bom rakitan itu belum berhasil. Polisi masih dihalangi santri dan ustad.

Untuk saat ini, polisi hanya bisa mengimbau masyarakat sekitar untuk pindah dan menjauh. Meski demikian, polisi berupaya melakukan pendekatan agar pihak pondok pesantren mengizinkan olah TKP. "Kami tetap menjalankan tugas secara persuasif dan preventif untuk mengatasi masalah itu," kata Sudjoko.

Terkait dengan peristiwa itu, polisi belum bisa memastikan apakah ledakan itu merupakan bagian dari tindak terorisme. Polisi akan bertindak represif dengan skala yang lebih besar jika pihak Pondok Pesantren tetap menolak rencana olah TKP itu.

Pondok Pesantren ini juga menjadi perhatian publik. Karena, salah satu santrinya, Saban Abdurrahman, menjadi tersangka dugaan pembunuhan anggota Reserse Polsek Bolo, Rokhmad. Korban tewas dengan tiga tusukan pada 30 Juni lalu. Saban mendapatkan penjagaan ketat Densus 88 saat dipindah ke Mataram

SATU TEWAS DALAM BOM DIPONPES

Ledakan yang diduga rakitan bom menghebohkan warga Bolo, Kabupaten Bima. Ledakan yang terjadi pada Senin 11 Juli 2011 sekitar pukul 15.00 wita, itu terjadi di Pondok Pesantren Khilafiyah Umar Bin Khatab yang terletak di Bolo, Bima.

Kepala Urusan Penerangan Umum Sub Direktorat Penarangan Masyarakat Ajun Komisaris Polisi Raden Sudjoko Aman membenarkan adanya peristiwa ledakan itu. Menurut Sudjoko, dari kerasnya ledakan kuat dugaan kalau ledakan itu berasal dari rakitan bom.

"Dari informasi yang kami terima, ledakan keras berasal dari salah satu ruangan yang berada dalam Pondok Pesantren Umar Bin Khatab. Satu orang santri bernama Firdaus asal Dompu meninggal dalam peristiwa itu," kata Raden Sudjoko di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa 12 Juli 2011.

Sudjoko menambahkan, petugas kepolisian dari Resor Bima sudah mendatangi Tempat Kejadian Perkara. Polisi yang dibantu masing-masing 1 peleton pasukan Brigade Mobil, Dalmas dan TNI sudah berjaga-jaga dilokasi terjadinya ledakan.

Polisi dari Polda NTB juga sudah mengirim Satuan Tugas Khusus yang terdiri dari anti-teror dan penjinak bom. Polisi juga sudah mengimbau masyarakat sekitar yang rumahnya berdekatan dengan Pondok Pesantren untuk pindah dari rumah mereka sementara waktu.

"Itu dilakukan untuk mengantisipasi tindakan tegas dengan skala besar dari aparat keamanan terhadap Pondok Pesantren," kata Sudjoko.

Pada 30 Juni lalu, salah satu santri di Pondok Pesantren ini, Saban Abdurrahman, membunuh anggota Reserse Polsek Bolo, Rokhmad. Saban yang sudah menjadi tersangka itu menikam Rokhmad dengan tiga tusukan senjata tajam. Saban mendapatkan penjagaan ketat Densus 88 saat dipindah ke Mataram



BOM DIDUGA UNTUK SERANG POLISI

Bom rakitan yang meledak di Pondok Pesantren Khilafiyah Umar Bin Khatab, Desa Sanolo, Kecamatan Sila, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat kemarin sore diduga akan digunakan untuk menyerang anggota kepolisian.

Hal itu dikatakan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri Jakarta, Selasa (12/7).

"Diduga bom ini adalah bom rakitan, yang memang nantinya akan digunakan untuk menyerang polisi," ungkapnya.

Menurut Anton, ledakan bom yang terjadi sore kemarin itu mengakibatkan seorang pengajar di ponpes yang bernama Suryanto alias Firdaus meninggal dunia. Pihak kepolisian hingga saat ini masih mendalami motif terjadinya ledakan bom di dalam pesantren tersebut.

Mengenai apakah bom itu meledak tanpa sengaja saat dirakit, Anton belum dapat menginformasikannya karena masih dalam penyelidikan.

Lebih lanjut, Anton mengatakan, saat ini polisi masih kesulitan melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pendalaman, sebab sejak bom tersebut meledak, petugas yang hendak masuk ke dalam ponpes masih dihalangi oleh para santri yang melengkapi dirinya dengan senjata tajam seperti parang dan panah.

Karena itu, pihak kepolisian terus melakukan upaya negoisasi dengan pihak ponpes hingga batas waktu yang belum ditentukan, agar polisi dapat masuk ke TKP.

Anton mengutarakan, pihak kepolisian masih enggan menerobos paksa ke dalam ponpes karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerusuhan dan korban jiwa.

Anton mengaku belum mengetahui secara pasti mengapa para santri melakukan upaya pencegahan kepada polisi yang ingin melakukan olah TKP masuk ke dalam ponpes.

Ditambahkannya, hingga saat ini polisi telah mengamankan sebanyak 11 orang santri dalam peristiwa ini dan tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui penyebab meledaknya bom di dalam ponpes. Polisi juga telah menyita sejumlah senjata tajam seperti parang dan panah dari para santri tersebut.

13 SANTRI DI AMANKAN

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat berhasil mengamankan 13 orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Khilafatul Umar Bin Khattab. Sebelumnya baru 11 orang santri yang diamankan.

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam, ke-13 santri itu diamankan saat membawa jenazah Suriyanto alias Firdaus yang tewas terkena ledakan.

"Jadi, diamankan 13 orang. 13 Orang itu yang mengantarkan jenazah. Kemarin kan 11," ujar Anton di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/7).

Menurut Anton, ke-13 orang ini belum disangkakan karena mereka hanya yang mengantarkan jenazah tersebut. Namun semua tergantung penyelidikan. "13 Ini nanti lihat apa perannya. Kita lihat 1x24 jam," katanya.

Berikut 13 orang yang diamankan Polda NTB itu;

1. Mustakim Abdullah (17), pelajar
2. M Ibnu Umar (40), Wiraswasta
3. Ridwan (26) kernet
4. Sahrir H Manhir (23) ojek
5. Abdullah (55) tani
6. Rahmat Hidayat (22) wiraswasta
7. Julkifli (32) tani
8. Muslamin (38) guru
9. H Arifin (50) tani
10. Irwan buruh,
11. M Nur (60) tani
12. Nasarudin (42) tani
13. Orasi (52) tani.

VIDIO BERITA BOM DI PONPES UMAR BIN KHATTAB BIMA





MY HOME , MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger