EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Friday, July 15, 2011

BERITA GUNUNG LOKON TOMOHON MELETUS DI SULAWESI UTARA

GUNUNG LOKON MELETUS DUA KALI


Gunung Lokon di Sulawesi Utara kembali meletus untuk kedua kali pada Jumat (15/7) dini hari pukul 01.05 Wita, setelah sebelumnya juga terjadi erupsi pada pukul 23.45 Wita.

Letusan kedua itu tidak sekuat letusan pertama. Saat letusan pertama, gunung yang berada di wilayah Tomohon itu mengeluarkan semburan hingga mencapai 2.000 meter. Sedangkan pada letusan kedua, semburan diperkiraan mencapai 600 meter.

Saat letusan pertama, evakuasi warga sudah dilakukan. Evakuasi itu dilakukan untuk wilayah yang masuk dalam radius bahaya letusan, yakni berjarak 3,5 kilometer dari puncak Gunung Lokon.

Letusan disertai lontaran lava pijar setinggi 1.500 meter.

Diketahui, dalam dua hari terakhir ini petugas memang melakukan evakuasi terhadap warga dan hanya bagi mereka yang tinggal dengan radius 3 kilo meter dari puncak erupsi.

Namun setelah Gunung Lokon mengalami erupsi lagi, ternyata semburan debu vulkanik telah mencapai radius 5 kilo meter. Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara ini sejak dua minggu terakhir ini memang dalam pantauan petugas, karena terus mengalami peningkatan aktivitas hingga akhirnya, Kamis malam Gunung tersebut mengalami erupsi.

Sejauh ini tim SAR gabungan, juga terus melakukan evakuasi terhadap ribuan warga yang sebelumnya belum sempat diungsikan ke tempat lebih aman. Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) dan  BPBD, serta instansi terkait saat ini sedang melakukan evakuasi di lokasi rawan bencana.

Kepala Pusat Data BNPB Sutopo Purwo Nugroho sekira pukul 23.23 WIB, Kamis (14/7/2011). Menurut Sutopo, dari pantauan sejak tadi pagi sekira pukul 06.00-12.00 WITA, dari visual tampak asap putih tebal tiggi 100-150 meter.

Sementara krisis sismik dalam 6 jam terakhir hinnga kini belum berhenti, tercatat sebanyak 25 kali gempa vulkanik dalam, 30 kali gempa vulkanik dangkal, dan getaran tremor vulkanik dengan amplituda 0,5-4 mm.


EVAKUASI PARA KORBAN GUNUNG LOKON

Data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sebanyak 2.284 warga telah diungsikan dari lokasi letusan Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara.

Data tersebut diperoleh dari dapur umum yang terletak di kantin perkantoran eks Rindam.
"Jumlah warga yang diungsikan saat ini mencapai 2.284. Ini data yang kami terima dari lokasi pengungsian di SMA Kristen, SMK Kristen dan SMPN I Tomohon,” ungkap Merry Wajong, Kabag Kesra Setdakot Tomohon yang dilansir dari situs BNPB, Jumat (15/7/
2011).

Seperti diketahui, telah terjadi letusan besar di Gunung Lokon sekira pukul 22.45 WIB dengan lontaran material pijar, pasir, dan hujan abu tebal setinggi kurang lebih 1.500 m dan menyebabkan kebakaran hutan sekeliling gunung. BPNB, BPBD, dan instansi terkait saat ini sedang melakukan evakuasi di lokasi rawan bencana.

KORBAN LETUSAN SATU ORANG TEWAS

Yohana Mawikere (56), seorang pengungsi erupsi Gunung Lokon di kota Tomohon, Sulawesi Utara meninggal dunia, Rabu dini hari (13/7/2011). Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong lagi.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban bersama suaminya dan pengungsi yang lain sedang menunggu pembagian jatah makanan yang datang terlambat. Pengungsi yang berasal dari Kelurahan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara ini dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan jatuh tergeletak di kamar mandi di Posko pengungsian SMA Kristen 1 Tomohon.

Menurut Andreas Poluan, suami korban, isterinya memang terlihat lemah karena saat itu belum makan sejak dievakuasi dari tempat tinggal mereka. Hal ini bertambah parah ketika mereka menunggu jatah makanan yang terlambat dibagikan.

Sementara itu, dokter yang memeriksa korban memperkirakan korban sudah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit. Sementara penyebab kematian menurut dokter karena penyakit jantung.


Suasana di pengungsian



EVAKUASI PENGUNGSI GUNUNG LOKON

Hingga lima menit setelah ledakan keras pertama, Gunung Lokon masih menyemburkan asap. Situasi di Kota Tomohon menjadi agak panik. Di jalanan pusat kota, kendaraan melaju dengan cepat. Masyarakat mencari tempat aman dan pergi ke pengungsian.

"Ini lalu lalang orang di jalan makin ramai. Mungkin mereka mau mengungsi ke tempat yang aman. Sampai sekarang masih terlihat api dari kawah Gunung Lokon," tutur Tifanny, warga Tomohon yang tinggal di Kakaskasen.

Masyarakat Tomohon yang berada di zona bahaya diimbau untuk makin waspada, tetap tenang dan segera mencari tempat aman.

Kondisi para pengungsi korban erupsi Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sangat memprihatinkan.

Selain pembagian jatah makanan yang tidak merata dan terlambat, para pengungsi harus rela berdesak-desakan di lokasi pengungsian.

Pemandangan berjubelnya para pengungsi terlihat di posko pengungsi di SMA Kristen 1  Tomohon. Mereka saling berdesakkan, bahkan mereka harus berebut mi instan yang dibagikan petugas posko untuk bisa makan.

Mereka juga berebut selimut hingga nyaris menimbulkan perkelahian antar sesama pengungsi juga petugas posko.

Pemkot berharap segera ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maupun pihak lain untuk menangani masalah para pengungsi ini.

Untuk melihat gambar foto2 erupsi gunung lokon silahkan Klik Disini



MY HOME , MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC



Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger