EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Thursday, June 2, 2011

AWAS ... PERINGATAN GAS BERACUN CO2 DIENG BERBAHAYA

Dengan meningkatnya energi gempa bumi yang sampai sekarang masih terjadi, tekanan dari dalam tubuh Gunung Dieng akan semakin meningkat sehingga gas beracun tersebut dikhawatirkan tidak hanya keluar dari Kawah Timbang tetapi juga dari rekahan-rekahan di dua dusun itu.

Terkait hal itu, pada Selasa dinihari, sekitar pukul 01.00 WIB, DIlakukan pengecekan terhadap jalur utama Batur-Wonosobo terhadap kemungkinan adanya gas beracun. "Dalam pengecekan tersebut, ternyata tidak dijumpai gas-gas berbahaya. Oleh karena itu, tidak menutup jalan tersebut.

"Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk menambah dusun yang diungsikan, yakni Simbar dan Serang," kata Kepala PVMBG, Surono, di Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Selasa.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengkhawatirkan gas beracun CO2 tidak hanya muncul dari Kawah Timbang, Gunung Dieng, tetapi juga dari rekahan akibat gempa.

Disinggung mengenai konsentrasi gas CO2 yang dikeluarkan Kawah Timbang, dia mengatakan, sejak statusnya ditingkatkan menjadi waspada pada 23 Mei 2011 yang berlanjut menjadi siaga pada 29 Mei 2011, konsentrasi CO2 saat ini meningkat hingga 10 kali lipat.

Dalam hal ini, kata dia, konsentrasi pada awal status waspada masih mencapai 0,1 persen volume dan saat ini mencapai satu persen volume. "Tadi pagi, baru pertama kali dalam krisis Dieng ini terjadi hembusan (gas) berturut-turut mulai pukul 08.59 WIB, yang tadinya (konsentrasi) gas hanya tujuh kali lipat, langsung naik menjadi 10 kali lipat," katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan peningkatan aktivitas di Kawah Timbang akan berpengaruh terhadap kawah lainnya, dia mengatakan, hal itu kecil kemungkinan dapat terjadi. "Kalau gasnya bisa lewat dari Kawah Timbang, kenapa harus cari jalan (kawah) lain, kecuali kalau tersumbat," katanya.

Gas beracun ini naik se­besar 1% volume jika di­bandingkan dengan hari-hari sebelumnya, atau meningkat 10 kali lipat daripada saat statusnya dinaikkan dari aktif normal menjadi waspada pada Senin (23/5) pekan silam.

Gas tersebut tidak bisa dideteksi di mana munculnya, karena tidak hanya muncul dari kawah, melainkan juga bisa dari retakan-retakan tanah.

Kepala PVMBG Surono menegaskan ini merupakan pertama kali terjadi kenaikan gas secara signifikan dalam satu hari. “Pada pukul 08.59 WIB terjadi kenaikan konsentrasi gas dari 0,7 persen volume menjadi 1 persen lebih. Kalau di­bandingkan dengan saat ke­naikan status dari aktif normal menjadi waspada, telah naik 10 kali lipat,” katanya di Pos Pemantauan Gunung Api Dieng.



Ia juga merekomendasikan mengosongkan dua dusun, yakni Dusun Simbar dan Serang yang berada paling dekat dengan Kawah Timbang. Sebab, selain sebararan gas yang muncul sulit diduga, kali ini ada gempa-gempa tremor yang sebelumnya tidak pernah terjadi. “Bahkan, juga masih ada gempa vulkanik dalam, sehingga energi di dalam masih ada. Oleh karena itu semua pihak harus waspada,” tegasnya.

 EMPAT DUSUN YANG RAWAN GAS CO2

Gas beracun ini naik se­besar 1% volume jika di­bandingkan dengan hari-hari sebelumnya, atau meningkat 10 kali lipat daripada saat statusnya dinaikkan dari aktif normal menjadi waspada pada Senin (23/5) pekan silam.

Gas tersebut tidak bisa dideteksi di mana munculnya, karena tidak hanya muncul dari kawah, melainkan juga bisa dari retakan-retakan tanah.

Kepala PVMBG Surono menegaskan ini merupakan pertama kali terjadi kenaikan gas secara signifikan dalam satu hari. “Pada pukul 08.59 WIB terjadi kenaikan konsentrasi gas dari 0,7 persen volume menjadi 1 persen lebih. Kalau di­bandingkan dengan saat ke­naikan status dari aktif normal menjadi waspada, telah naik 10 kali lipat,” katanya di Pos Pemantauan Gunung Api Dieng.

Ia juga merekomendasikan mengosongkan dua dusun, yakni Dusun Simbar dan Serang yang berada paling dekat dengan Kawah Timbang. Sebab, selain sebararan gas yang muncul sulit diduga, kali ini ada gempa-gempa tremor yang sebelumnya tidak pernah terjadi. “Bahkan, juga masih ada gempa vulkanik dalam, sehingga energi di dalam masih ada. Oleh karena itu semua pihak harus waspada,” tegasnya.

GAS CO2 MUNCUL DARI TANAH, BANYAK WARGA YANG SAKIT

Kadar Gas karbondioksida (CO2) dataran tinngi Dieng hingga, Rabu (1/6/) masih fluktuatif dan kadar gas membahayakan tersebut meningkat hingga 10 kali lipat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di posko Dieng, gempa yang terjadi di sekitar Gunung Dieng dapat membuat rekahan tanah, terutama di radius 1.000 meter dari Kawah Timbang.

Tanah yang membuka itu sangat mungkin mengeluarkan gas beracun dan sangat membahayakan jika dihirup manusia dan hewan. Sehingga, ancaman gas berbahaya kini tidak hanya datang dari kawah Timbang, namun bisa juga dari dalam tanah.

Beruntung, warga di Dusun Simbar dan Serang, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, sudah mau mengungsi setelah pemerintah setempat, Kepolisian, Kodim dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melakukan pendekatan.

Hingga kemarin tercatat 1.179 warga yang mengungsi di beberapa titik pengungsian, termasuk posko SMA I Batur, Banjarnegara. Jumlah tersebut masih mungkin bertambah, karena belum termasuk warga yang sebelumnya menolak meninggalkan rumah mereka.

Sementara itu, sejak Selasa kemarin sekira 70 pengungsi mulai terserang Inveksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meski belum dalam taraf membahayakan. Petugas posko dari Dinas Kesehatan dan PMI dengan sigap memberikan pelayanan sehingga tidak ada yang perlu dirawat secara intensif.

Tiga orang masih dalam perawatan di posko kesehatan SMA I Batur, sebagian karena penyakit bawaan yang sudah diderita sebelum Gunung Dieng dinaikkan statusnya menjadi Siaga.


MY HOME , MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger