EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Tuesday, April 26, 2011

SUAP DI KEMENPORA TENTANG CEK 3,2 M DAN RIBUAN DOLAR

PEMBANGUNAN WISMA ATLIT DI PALEMBANG

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menganggap ada kejanggalan mengenai tertangkapnya Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam yang menerima cek Rp 3,2 miliar. Menurutnya, jumlah itu terlalu besar mengingat sekretaris menteri hanya bertugas mengurusi administrasi saja.

"Ini suatu kejanggalan. Sekretaris menteri itu kan hanya mengurusi administrasi. Sedangkan Rp 3,2 miliar itu begitu besar loh," ujar Adhyaksa , Selasa (26/4/2011).

Menurut Adhyaksa, Sekretaris Kemenpora tidak memiliki kewenangan yang besar dalam pemenangan proyek di Kemenpora. Pemenangan proyek diurus oleh tim yang dibentuk oleh Kemenpora dan dikoordinasi oleh pejabat di level deputi.

"Ada tim khusus dan itu dikoordinasi oleh deputi yang bersangkutan. Saya tidak tahu secara terperinci karena pada waktu saya menjabat sebagai menteri, tidak ada proyek sebesar itu," terangnya.

Adhyaksa juga enggan berkomentar kemungkinan keterlibatan pejabat-pejabat tinggi di Kemenpora. "Silakan tunggu hasil penyidikan di KPK saja," ucapnya.

CEK Rp 3,2M MERUPAKAN OPERASIONAL KEGIATAN

Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam kedapatan telah menerima cek senilai Rp 3,2 miliar terkait pembangunan Wisma Atlet di Palembang. Wafid mengklaim cek tersebut merupakan talangan dari perusahaan swasta untuk operasional kegiatan di Kemenpora.

Hal tersebut disampaikan Wafid melalui kuasa hukumnya, Adhyaksa Dault  Selasa (24/4/2011). Adhyaksa mengatakan kliennya terpaksa mencari dana talangan karena anggaran dari Kemenkeu untuk Kemenpora belum turun.

"Dana pemerintah belum turun. Pak Wafid mengatakan dia memerlukan dana talangan," tutur Adhyaksa.

Mantan Menpora ini mengatakan, Wafid lantas meminta dana dari perusahaan milik MRM atau Mirdo Rossa Manulang. Oleh karena itu, lanjutnya, Wafid dan Rossa mengadakan pertemuan pada Kamis (21/4/2011) lalu.

"Untuk kaitan tersangka yang lain (MEI) saya tidak tahu," papar Adhyaksa.

KPK sebelumnya mengungkap penangkapan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam terkait pembangunan sarana SEA Games Palembang. KPK juga menangkap MEI seorang pengusaha dan MRM yang juga broker dalam dugaan suap menyuap ini.

Saat ditangkap, cek tunai Rp 3,2 miliar turut disita. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, MEI merupakan inisial dari Muhammad Idris. Sedangkan broker berinisal MRM, bernama Mirdo Rossa Manulang.

Untuk diketahui, Wisma Atlet di Palembang berada di kawasan Jakabaring Sport City. Pemerintah Daerah Palembang menargetkan Juli 2011, pembangunan gedung yang akan menampung sekitar 4.000 atlet ini dapat selesai. Pembangunan Proyek wisma diketahui selama ini dijalankan oleh oleh PT Duta Graha Indah.


KPK MENYITA RIBUAN DOLLAR

Selain menyita cek senilai Rp 3,2 miliar, penyidik KPK menyita ribuan dollar dan duit asing di ruangan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam. Pada saat penangkapan terjadi, Wafid tidak dapat menjelaskan mengenai keberadaan duit asing itu.

"Pada saat penangkapan di lokasi, dia tidak dapat menjelaskannya. Oleh karena itu uangnya kita sita," ujar Jubir KPK Johan Budi SP kepada wartawan di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (26/4/2011).

Johan mengatakan, setelah dibawa ke KPK untuk diperiksa pada Kamis (21/4) malam, Wafid baru dapat menjelaskan mengenai uang itu. Dia mengklaim duit asing dalam sejumlah amplop merupakan kumpulan uang operasional kantor.

"Ya setelah dibawa ke sini, dia baru dapat menceritakan. Dia bilang itu merupakan uang tunjangan perjalanan," papar Johan.

Sebelumnya diberitakan, pihak Wafid menyebut uang itu merupakan kumpulan tunjangan uang perjalanan ke luar negeri yang dipilah-pilah dalam berbagai amplop.

"Kemarin dia mengatakan itu kepada saya, itu kumpulan tunjangan perjalanan ke luar negeri. Kemudian disimpan dalam amplop di ruangan dia," jelas kuasa hukum Wafid, Adyaksa Dault dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (26/4/2011).

Adyaksa menilai, hal tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan oleh seorang pejabat yang biasa melakukan perjalanan ke luar negeri. Mengenai, total jumlah uang di laci tersebut, Adyaksa juga menilai jumlahnya wajar.

"Jumlahnya wajar saja saya pikir, karena itu kan kumpulan uang-uang tunjangan dari biro umum. Jumlahnya juga tidak sampai bermiliar-miliar kan," terang Mantan Menpora ini.

ADHYAKSA DAULT IKUT MEMBELA

Mantan Menpora Adhyaksa Dault turun membela Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam yang tersandung kasus suap Rp 3,2 miliar. Ia sempat meminta pertimbangan Menpora saat ini, Andi Mallarangeng.

"Memang Pak Adhyaksa menghubungi saya, menanyakan apakah bisa menjadi lawyer terhadap Pak Wafid? Tapi saya katakan, silakan tanya yang bersangkutan (Wafid)," kata Andi.

Hal itu disampaikan dia usai mengukuti rapat tentang Komite Pendidikan di Kantor Wakil Presiden, Jl  Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/4/2011).

"Karena keputusan tentang lawyer ada pada yang bersangkutan (Wafid), bukan pada kami. Kami tidak menyediakan lawyer. Jadi silakan," imbuh Andi.

Menurut Andi, Adhyaksa menghubunginya melalui telepon pada Sabtu (23/4/2011) pekan lalu.

Andi menegaskan, pihaknya siap bekerjasama dengan KPK untuk membongkar kasus ini. Akan tetapi, hingga kini belum ada panggilan dari KPK untuk permintaan keterangan.

"Pokoknya kalau kami semua jajaran siap untuk bekerjasama penuh dengan KPK," ucap mantan Juru Bicara Kepresidenan ini.

Saat menangkap Wafid, KPK juga mengamankan cek tunai Rp 3,2 miliar. Suap itu terkait pembangunan Wisma Atlet di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), menyambut SEA Games.

Wafid ditangkap bersama MEI dan MRM. Berdasarkan informasi yang dihimpun MEI merupakan inisial dari Muhammad El Idris. Sedangkan broker berinisal MRM, bernama Mirdo Rossalina Manulang.

Wisma Atlet di Palembang berada di kawasan Jakabaring Sport City. Pemerintah Daerah Palembang  menargetkan Juli 2011, pembangunan gedung yang akan menampung sekitar 4.000 atlet ini dapat selesai.  Pembangunan Proyek wisma diketahui selama ini dijalankan oleh oleh PT Duta Graha Indah - detiknews.com
Baca juga KPK mengusut tuntas suap di kemenpora

MY ALBUM , TUTORIAL BLOG , GAME , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger