EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Tuesday, March 15, 2011

KRONOLOGI BOM "PAKET BUKU" DI UTAN KAYU JAKARTA

Kronologi Ledakan di Utan Kayu Versi Polri

Kepala kepolisian RI Timur Pradopo dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam menjelaskan kronologi terjadinya ledakan, Selasa (15/3/2011), di Utan Kayu, Jakarta.

Timur mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari kiriman Paket yang kemudian diketahui bom dan ditujukan untuk Ulil Abshar Abdalla sekitar pukul 10.00 WIB. "Paket diterima sekitar pukul 10.00 WIB. Sekitar pukul 13.30 akan diserahkan pada yang tersebut dalam alamat," ungkap Jenderal Polisi tersebut.

Karena terlihat mencurigakan Satpam urung memberikan paket tersebut kepada nama yang dituju. Satpam pun melaporkan kiriman paket mencurigakan tersebut kepada Polsek Matraman.

Saat itu dilaporkan pula kepada Polres Jakarta Timur, imbuhnya, hadir Kasat Serse Kompol Dody Imawan dengan Kanit Reskrim Polsek Matraman Ipda Bhara.

"Pukul 16.05 meledak, dan menimbulkan korban luka-luka. Kasat Serse Kompol Dodi Himawan, tangan kirinya telapak tangan kiri luka berat, Ipda Bhara kena percikan di muka, Satpam Rahmat tidak ada luka namun standar penanganan semua dibawa ke RS," papar Timur.

Bom Disembunyikan di Buku "Mereka Harus Dibunuh"

Bom yang meledak di Kantor Berita Radio (KBR) 68 H di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/3) disembunyikan di dalam buku berjudul ‘Mereka Harus Dibunuh’.

Paket bom buku tersebut ditujukan kepada aktrivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla. Dalam keterangan di paket bom tersebut, Ulil diminta untuk memberikan pengantar buku yang sampulnya didominasi warna merah dan hitam tersebut.

Bom itu disembunyikan dengan sangat rapi di dalam buku tersebut. Oleh pelaku, bagian tengah buku tersebut dilubangi untuk meletakan bom tersebut.

Bom itu meledak saat coba dibuka oleh petugas Polres Jakarta Timur yang datang ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan. Ledakan ini melukai sedikitnya tiga orang, termasuk Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur.

Belum diketahui motif pelaku dalam serangan bom ini. Diduga, bom buku tersebut ditujukan kepada Ulil. JIL sendiri dikenal sebagai kelompok yang membela penganut Ahmadiyah.



Tiga Korban Bom Utan Kayu Dirawat di RSCM

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Dodi Rahmawan dirawat di ruang UGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kondisi lukanya parah. Tangan kirinya dari sikut ke bawah hancur akibat terkena bom.

Kompol Dodi tiba di RSCM sekitar pukul 16.40 WIB. Ia diantar dengan sebuah mobil daihatsu hitam.

Pantauan Tribunnews.com, terlihat darah terus mengucur dari tangannya polisi berbaju lengan panjang warna coklat tersebut. Kompol Dodi langsung dibawa menuju ruang UGD.

Selain Dodi, terpantau dua korban lagi dibawa ke RSCM. Mereka adalah sekuriti di Komunitas Utan Kayu Mulyana (40) dan petugas Polsek Matraman, Bara Libra Sagita (23)

Ketiga korban tersebut terluka saat sedang berusaha membuka buku yang berisi bom. Kompol Dodi mengalami luka terparah akibat ia yang mencopot baterai bom rakitan tersebut. Sehingga, saat bom meledak langsung mengenai tangan kirinya.

Bom Utan Kayu Bertipe Low Eksplosive

Sebuah bom yang meledak di kantor KBR 68 H diketahui bertipe low eksplosive. Hal itu disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman saat berada di lokasi kejadian.

"Tipenya low eksplosive tapi masih diselidiki," katanya, Selasa (15/3/2011).

Menurut pengakuan Sutarman, sebenarnya Tim Gegana sudah dihubungi, namun karena dianggap petasan, ditambah Tim Gegana yang belum datang akhirnya Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan menyiram bom yang dibungkus dengan buku itu dengan air.

"Biasanya petasan kalo disiram air gak meledak. Karena ada kabel-kabel dan terlihat ada sumbu kecil," ucapnya.

Sebenarnya, imbuh Sutarman, memang harus menunggu Gegana yang mampu menjinakkan bom.

LIHAT VIDIO BOM DI UTAN KAYU

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger