EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Wednesday, March 30, 2011

DPR AKAN BANGUN GEDUNG BARU SENILAI 1,8 TRILIUN

SUARA MERDEKA , Menurut rencana, gedung baru itu akan didirikan tepat di belakang Gedung Nusantara 1, Senayan. Sama seperti gedung lama, kantor baru tersebut akan berisi ruang kerja bagi masing-masing anggota DPR plus kantor setiap fraksi.
”Kami belum tahu nanti akan jadi berapa lantai, tetapi yang jelas di situ akan dibangun 560 ruangan buat masing-masing anggota DPR,” jelas Nining.

Lebih lanjut dia mengatakan, rencana membangun gedung baru juga karena banyaknya keluhan mengenai kondisi Gedung Nusantara 1. Selain beberapa bagiannya retak dan miring, gedung 24 lantai tersebut tidak mampu lagi menampung aktivitas 560 anggota DPR. Setelah gedung baru berdiri, kerusakan konstruksi Gedung Nusantara 1 akan diperbaiki.
Gedung baru itu untuk privasi DPR. Kami buat sesuai kebutuhan, misalnya untuk bekerja dan menerima tamu,” kata Sekjen DPR, Nining Indrasaleh, di ruang kerjanya Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta,

Saat kinerjanya masih kerap dipertanyakan dan beberapa anggotanya terbelit kasus korupsi, DPR berencana membangun gedung baru. Dana yang diajukan tak tanggung-tanggung, Rp 1,8 triliun.

Alasan pembangunan gedung baru tersebut yakni demi privasi anggota Dewan. Sementara, kantor lama di Gedung Nusantara 1 akan digunakan untuk ruangan staf ahli yang jumlah personelnya akan ditambah.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, DPR mengincar lahan yang di atasnya berdiri kompleks Taman Ria Senayan, Jakarta. Rencananya lahan yang dipandang sebagai ”harta karun”  tersebut akan digunakan sebagai perluasan bagian kompleks Gedung DPR. ”Kami ingin harta karun kami di Taman Ria,” kata Priyo.
Second Opinion Menurut Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Aziz, dana Rp 1,8 triliun diambil dari tiga tahun anggaran. Anggaran tahun pertama Rp 250 miliar akan diputuskan dalam rapat paripurna DPR yang akan digelar Senin pekan depan.
Ia menjelaskan, gambar rancangan gedung baru sudah diterima Badan Anggaran DPR. Bentuknya berupa gerbang yang terdiri atas satu gedung bertingkat. ”Bangunan itu nanti menggambarkan gerbang aspirasi,” kata Harry.

Lebih lanjut politikus dari Fraksi Partai Golkar ini menuturkan, kondisi fisik Gedung Nusantara 1 sudah mengkhawatirkan. Akibat guncangan gempa pada Oktober 2009, perkantoran di atas lantai 10 retak-retak dan ada konstruksi yang miring sehingga memerlukan perbaikan segera. ”Terus terang saja, gedung itu sudah tidak nyaman,” ujarnya. Kementerian PU mencatat gedung itu miring 7 derajat.


Anggota Badan Anggaran DPR, M Romahurmuzi menganggap total anggaran Rp 1,8 triliun itu terlalu besar. Menurutnya, dana Rp 350 miliar sudah cukup.
”Kalau buat gedung Rp 1,2 triliun sudah top, tapi Rp 1,8 triliun is too much (terlalu banyak). Menurut saya Rp 350 miliar sudah bisa jadi gedung yang bagus,” kata politikus asal PPP itu.

Total kebutuhan dana Rp 350 miliar tersebut dapat dianggarkan dalam dua tahun anggaran. Tahun ini Rp 250 miliar dan Rp 100 miliar tahun anggaran berikutnya. Dia mengaku belum tahu berapa lantai gedung yang akan dibangun itu dan di mana lokasinya.


Pengamat hukum dan politik dari Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN) Yulianto meminta proyek tersebut diteliti profesional di bidang arsitektur agar publik bisa mendapatkan second opinion.

”Perlu second opinion agar publik tahu sudah sebagaimana mendesak proyek fisik itu, karena di sisi lain masih banyak gedung-gedung SD yang roboh ataupun hampir roboh,” kata Yulianto.

Menurut lulusan FH UNS tersebut, publik patut mencurigai proyek-proyek berskala besar terkait pembangunan fisik untuk kepentingan DPR. ”Karena hampir setiap tahun anggaran selalu ada proyek pembangunan fisik berskala besar, seperti pembangunan pagar yang begitu megah seakan memisahkan rakyat dengan wakilnya, pembangunan lift khusus anggota, dan sebagainya,” kata dia.

Di sisi lain, anggaran negara terbatas, sehingga para pengambil kebijakan seharusnya jeli menentukan mana yang menjadi skala prioritas pembangunan.
Menanggapi hal itu, Harrry Azhar Azis mengatakan, selain untuk menunjang kinerja DPR, alasan utama pembangunan gedung baru karena konstruksi Gedung Nusantara 1 yang saat ini digunakan rawan bagi keselamatan anggota DPR. ”Ini hasil penelitian Kementerian PU pada 2009. Beberapa lantai retak akibat gempa dan harus diperbaiki,” ujarnya


TUTORIAL BLOG , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger