EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Tuesday, February 15, 2011

PENGAKUAN SUSNO TENTANG DAKWAANNYA TERIMA UANG 500 JUTA DAN 8,5 MILLIAR

TENTANG TERIMA UANG 8,5 MILIAR
Mantan Kapolda Jawa Barat Susno Duadji  tidak ada perintah darinya baik tertulis maupun lisan kepada Maman Aburrahman selaku Kepala Bidang Keuangan Polda Jabar untuk memotong dana sebesar Rp8,5 miliar.

"Tidak terungkap saya terima duit (dana pemotongan). Cek perjalanan yang saya terima jelas dari mana sumbernya," ucap Susno usai persidangan di PN Jaksel, Senin (14/2/2011).

Menurutnya, saksi-saksi yang dihadirkan di muka persidangan dalam perkara pemotongan dana Pilkada Jabar 2008, tidak ada yang mengatakan bahwa pemotongan atas perintah langsung Kapolda.

"Perintah sama sekali tidak ada semua saksi mengatakan demikian. Terus banyak sekali saksi yang mencabut keterangan di sini di persidangan, itu sama sekali tidak dipertimbangkan," ucapnya.

"Yang ketiga, tidak terungkap di persidangan ini saya menerima duit tidak ada saya menerima uang tidak ada saya menerima dolar tidak ada saya menerima cek yang berasal dari kejahatan, cek yang saya terima jelas ada buktinya, darimana sumbernya tidak dipertimbangkaan sama sekali. Tapi saya tetap menghormati persidangan," beber Susno ,(nasional.inilah)


TENTANG TERIMA UANG 500 JUTA
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Komisaris Jenderal Susno Duadji menyatakan tidak pernah menerima uang sebesar Rp 500 juta dari terpidana terkait kasus mafia hukum, Sjahril Djohan. Bahkan, Susno Duadji menegaskan, Sjahril Djohan tidak pernah datang ke rumah yang ditinggali Susno untuk menyerahkan uang tersebut.

Pengakuan itu disampaikan Susno dalam sidang dengan acara pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, di Jakarta, Kamis (10/2). Sidang itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Charis Mardiyanto.

Menurut Susno, waktu menjabat Kepala Bareskrim, dirinya banyak menangani kasus besar dengan nilai yang mencapai triliunan rupiah. Salah satunya adalah kasus Bank Century. Oleh karena itu, jika ingin ”bermain”, Susno mengaku dapat mengambil uang yang lebih besar. ”Terlalu kecil, Rp 500 juta,” katanya.

Susno menambahkan, Sjahril Djohan juga tidak pernah berkunjung ke rumahnya di Jalan Abuserin, Cilandak, Jakarta Selatan, pada 4 Desember 2008. ”Saya dikatakan menggendong cucu. Cucu saya lahir setelah 4 Desember 2008,” katanya.

Dalam sidang itu, Susno juga mengungkapkan kekecewaan penanganan dugaan kasus mafia pajak. Ia mengatakan, sejak awal penanganan kasus itu sudah terjadi kepalsuan.

”Walaupun itu sudah agak menyimpang, saya itu orang PPATK. Dari awal, yang palsu itu sebenarnya bukan cuma rentut (rencana penuntutan) palsu, laporan polisi (juga) palsu,” kata Susno saat ditanya salah seorang kuasa hukumnya, Mohammad Assegaf, soal pembukaan pemblokiran rekening yang dimiliki mantan pegawai pajak Gayus Tambunan sebesar Rp 28 miliar.

Menurut Susno, dalam laporan polisi terkait kasus Gayus yang ditangani Bareskrim, terdapat dua tersangka. Namun, kemudian tinggal satu tersangka. Kepalsuan yang lain terkait barang bukti. ”Barang bukti dari Rp 28 miliar, tinggal Rp 370 juta, lalu tinggal Rp 16 juta. Sudah kurang bukti apa lagi. Sudah saya tidak mau bicara itu lagi,” ujar Susno.

Jaksa penuntut umum Erbagtyo mendakwa Susno melakukan tindak pidana korupsi terkait dugaan kasus penggelapan modal usaha ikan arwana di PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan kasus dana pengamanan pemilihan gubernur Jawa Barat tahun 2008. Dalam kasus PT SAL, Susno didakwa menerima uang Rp 500 juta dari Sjahril Djohan. Dalam kasus dana pengamanan pemilihan gubernur, ia didakwa memotong anggaran Rp 8,16 miliar, (nasional.kompas)
Baca juga hasil sidang susno divonis 7 tahun penjara

TUTORIAL BLOG ,MEBEL antik , GAME online , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC , MY FACEBOOK

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger