EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Sunday, February 13, 2011

AHMADIYAH DIBUBARKAN | ULAMA SE JAWA MADURA

PEMERINTAH HARUS TEGAS
Sikap tegas diambil sekitar 130 kiyai dan ulama dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Madura. Mereka meminta pemerintah bersikap tegas menyangkut keberadaan dan ajaran Ahmadiyah di Indonesia. Para ulama itu mengingatkan pemerintah berani membubarkan Ahmadiyah.

Hal itu merupakan salah satu rekomendasi dari Forum atau Halaqah Ulama se-Jawa dan Madura yang digelar Majelis Silaturrohim Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia (MSP3I) yang digelar di Pondok Pesantren Sidogiri, di Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jumat (11/2). Tujuannya, untuk menghindarkan kemungkinan bentrokan antaranggota masyarakat dan menjaga stabilitas nasional.

Hasil halaqoh itu dibacakan Ketua MSP3I Jawa Timur KH Fahrur Rozi, yang juga pimpinan Pondok An Nur, Malang. Poin rekomendasi itu adalah: Pertama, merekomendasikan kepada pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah, melarang
segala bentuk penyebaran dan kegiatan ajaran Ahmadiyah dan melarang penggunaan atribut Islam dalam segala macam aktivitas Ahmadiyah.

Kedua, merekomendasikan kepada pemerintah agar meningkatkan SKB 3 Menteri Nomor 3/ 2008 menjadi Undang-undang Pelarangan Ajaran Ahmadiyah. Ketiga, mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah terpancing segala macam bentuk provokasi dalam menyikapi berbagai permasalahan, khususnya yang berkaitan dengan isu SARA.

Dirumuskan Ulama

Rekomendasi itu hasil halaqoh para ulama di Pulau Jawa dan Madura yang kemudian dirumuskan sejumlah kiai, di antaranya KH Fachrurrozi, KH Mujib Imron, KH Muhib Aman Aly, KH Romadlon Chotib, dan H Achmad Shampton.

Selain itu, ada sejumlah kiai yang duduk di tim pengarah, di antaranya KH Abdullah Faqieh dari Pondok Langitan Tuban, KH Muhammad Subadar dari Rais Syuriah PBNU dan pimpinan Pondok Besuk Pasuruan, dan KH Nawawi Abdul Jalil dari Pondok Sidogiri Pasuruan.

Halaqoh ulama se-Jawa dan Madura itu digelar untuk membahas persoalan terkini yang dihadapi umat Islam di Indonesia dan aliran sesat, yang termasuk di dalamnya Ahmadiyah. KH Mujib Imron, salah satu panitia halaqoh, mengatakan, forum ini bertujuan mencari akar permasalahan dan solusinya.

"Bagaimana menyikapi aliran sesat yang kini mulai berkembang dengan subur, termasuk di dalamnya Ahmadiyah. Apalagi  saat ini banyak terjadi konflik karena persoalan ini," kata Kiai Mujib Imron.

Terpisah, di Surabaya sebanyak 34 petinggi parpol di Jatim kompak menolak segala macam bentuk kekerasan yang dilakukan atas nama agama dan penistaan agama. Maklumat antikekerasan itu dibacakan di depan Gubernur Jatim, Soekarwo, saat acara silaturrahim pimpinan parpol di kantor DPW PKB Jatim di Jalan Ketintang Madya Surabaya.

"Kami para pimpinan partai di Jatim mengimbau dengan hormat agar para ulama, pengacara, pejabat, anggota DPR/MPR dan seluruh rakyat Jatim untuk tidak membenarkan aksi kekerasan atas nama agama. Selain itu, petugas keamanan dan pemerintah untuk menindak para pelaku aksi kekerasan," kata Ketua PKB Jatim Imam Nahrawi.- suaramerdeka

TUTORIAL BLOG , GAME online , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC , MY FACEBOOK , MEBEL antik

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger