EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Wednesday, January 12, 2011

BIAYA FREKWENSI | BLACKBERRY | RIM TAK BAYAR

Menurut juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gatot Dewa Broto, melihat karakter bisnisnya, RIM ditempatkan dalam kategori penyelenggara jasa Internet (ISP). Dengan begitu, hak dan kewajibannya juga akan setara dengan ISP, termasuk membayar penggunaan frekuensi dan biaya pelayanan universal.

Penempatan server di Indonesia akan menguntungkan pelanggan karena memangkas biaya komunikasi sampai 35 persen. Selama ini pengguna BlackBerry membayar US$ 4 per bulan melalui operator dan link dari Jakarta ke Kanada. Dengan 2,5 juta pengguna di Indonesia, setiap bulan RIM meraup sekitar US$ 10 juta atau Rp 90 miliar dari tarif traffic. “Pemerintah,” kata Gatot, “secara bertahap akan memperbaiki kekurangan ini.”

"RIM tidak terkena biaya-biaya tersebut,” ujar Gatot kemarin. Padahal pungutan yang masuk ke pendapatan negara bukan pajak itu dikenakan terhadap semua ISP dan operator telekomunikasi di Indonesia.

Perbedaan dengan ISP yang beroperasi di Indonesia, RIM tidak memiliki server di dalam negeri. Semua server RIM dipusatkan di Kanada. Akibatnya, lalu lintas data tidak bisa dipantau aparat berwenang. Keluhan ini, kata Gatot, pernah disampaikan oleh kepolisian karena mereka tidak bisa menyadap data komunikasi pengguna RIM di Indonesia.

Gatot mengatakan, pertemuan pekan depan akan membahas kewajiban penyaringan konten Internet. Setelah persoalan penyaringan pornografi rampung, akan dijadwalkan kembali mengenai komitmen-komitmen yang harus dipenuhi RIM. Salah satunya ihwal statusnya di Indonesia.

Penyedia jasa layanan BlackBerry, Research in Motion (RIM), tak pernah membayar biaya penggunaan frekuensi sebesar 0,5 persen kepada negara. Perusahaan asal Kanada ini juga tak membayar biaya wajib pelayanan universal (USO) 1,25 persen dari biaya operasi.

Ketua Komisi Komunikasi Dewan Perwakilan Rakyat Mahfudz Siddik mendukung langkah pemerintah meminta RIM mematuhi peraturan di Indonesia. Selama ini, kata dia, RIM tak membawa manfaat ekonomi bagi negara. Ini terlihat dari tak adanya investasi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

TUTORIAL BLOG , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger