EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Thursday, October 21, 2010

MEMPERINGATI 1.000 HARI WAFATNYA SOEHARTO

TAHLILLAN DI EMPAT (4) TEMPAT

Kampung kelahiran mantan Presiden, Soeharto di Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta  Keluarga besar dan warga sekitar berkumpul.
Tahlilan itu akan digelar Kamis (21/10) malem jum'at di empat tempat yaitu di Astana Giribangun Matesih, Kabupaten Karanganyar, yang akan diikuti sekitar 2.000 orang, Jaten, Karanganyar diikuti oleh 300 orang, Dalem Kalitan Solo 2.000 orang dan di Masjid At Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta sebanyak 2.500 orang.

"Keluarga besar di Kemusuk nanti pukul 15.00 WIB akan menggelar doa dan tahlil untuk peringatan 1.000 hari wafatnya Pak Harto,"ujar Aryo Winoto, salah satu keponakan Soeharto, Kamis pagi.

Selain di Kemusuk, tahlilan juga akan dilaksanakan di Dalem Kalitan, Solo dan makam Soeharto di Astana Giri Bangun di Karangayar, Jawa Tengah.
"Peringatan ini sudah menjadi tradisi dari keluarga mulai dari 3 hari wafatnya Almarhum Soeharto, 7 hari, 100 hari, 1 tahun dan saat ini peringatan 1.000 hari," jelas Aryo.
Memperingati 1000 hari wafatnya mantan Presiden Soeharto, di rumah kediaman almarhumah Ibu Tien Soeharto di Dalem Kalitan, Solo,
Kamis sore ini, 21 Oktober 2010, panitia Dalem Kalitan masih sibuk menata berbagai keperluan. Acara rencananya akan dimulai setelah salat Isya. Bahkan, sejumlah karangan bunga juga tampak berdatangan dan diletakkan di halaman.

"Soeharto selain mantan Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia, beliau juga sangat besar jasa-jasanya dalam masalah pelestarian budaya, maka kami mengharapkan bagi peserta tahlilan nanti juga memakai pakaian adat Jawa," kata Salah seorang panitia peringatan 1000 hari tersebut Begug Poernomosidi, di Solo, Selasa (19/10).

Sebelum acara tersebut dilakukan, terlebih dahulu akan upacara ’bedah bumi’ yang telah berlangsung tanggal 16 Oktober 2010, yang ditandai dengan tahlilan yang dipimpin oleh oleh Kepala Rumah Tangga Astana Giribangun, Sukirno.

Dalam acara ini selain ditandai dengan tahlilan juga dilakukan selamatan kendurenan dengan berbagai macam makanan. Dalam bedah bumi ini untuk memasang kijing.

"Sebagai orang Jawa kalau mau pasang kijing bertepatan dengan 1.000 hari harus dilakukan bedah bumi. Jadi untuk bedah bumi itu dilakukan dua kali pertama saat akan dimakamkan dan kedua mau di pasang kijing," katanya.

Dalam tahlilan di Astana Giribangun juga akan ditandai pelepasan sepasang burung dara. Pelepasan ini mengandung maksud melepas hubungan arwah dengan manusia.

Untuk batu kijing diambilkan dari batu marmer Tulung Agung, Jawa Timur, dan semuanya tidak ada yang istimewa. Puncak acara akan berlangsung Jumat (22/10/2010) yaitu pemasangan batu nisan yang dihadiri oleh semua keluarga mantan Presiden Soeharto.

PENGUASA ORDER BARU,DI AJUKAN GELAR PAHLAWAN

Mantan penguasa Orde Baru itu menghembuskan nafas terakhir pada Minggu , 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Ia meninggal di usia 86 tahun.
Jelang  peringatan 1.000 hari itu, sejumlah orang mengusulkan Soeharto menjadi Pahlawan Nasional.  Soeharto adalah satu di antara 10 nama yang diusulkan jadi pahlawan di Kementerian Sosial.

Sembilan nama lain adalah: Mantan Gubernur DKI Ali Sadikin yang diusulkan dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie dari Sulteng, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari Jawa Timur. Juga ada nama Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan Sanusi dari Jawa Barat.

Pengusulan nama Soeharto jadi pahlawan itu jadi polemik. Ada yang setuju, dan tak sedikit yang menentang.

Sang keponakan, Aryo mengaku pasrah pada pemerintah. "Karena keluarga yakin pemerintah akan bertindak bijak kepada keluarga Almarhum Soeharto," kata dia.

Kata dia, Pak Harto mengabdi kepada bangsa Indonesia bukan untuk mencari penghargaan atau hal yang lainnya.  "Jika masyarakat menginginkan dan pemerintah mengabulkan maka ini akan menjadi peristiwa yang membahagiakan keluarga besar Soeharto," kata dia.

JEPARA BUMI KARTINI , BENGKEL , MY ALBUM , GAME

Artikel Terkait

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger