EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Thursday, September 23, 2010

MANTAN ANGGOTA POLRI PEMASUK SANJATA TERORIS

 MUHAMMAD SOFYAN TSAURI , ABU AYYAHASH , MARWAN


Mantan anggota Polri yang terlibat kelompok teroris Aceh, Muhamad Sofyan Tsauri (34) alias Abu Ayyahash alias Marwan, diancam hukuman mati. Dia didakwa telah melatih dan memasok sejumlah senjata untuk kelompok teroris tersebut. Pada persidangan yang digelar di Ruang Utama Pengadilan Negeri Depok, Kamis (23/10/2010), Jaksa Penuntut Umum (JPU), Totok, mendakwa Sofyan Tsauri dengan pasal 15 Jo 9 UU no 15 tahun 2003 tentang Terorisme dan Pasal 15 jo pasal 7 no 15 tahun 2003 karena ia telah memasok senjata api dan sejenisnya. Ancaman hukumannya, maksimal hukuman mati.

Dalam dakwaan JPU dipaparkan, Sejak Juni 2009, pria yang pernah berprofesi sebagai pedagang senjata Air Soft Gun itu telah membeli senjata dari dua orang anggota Polri yang bertugas di gudang bengkel senjata api Polri Cipinang, Jakarta Timur. Keduanya yaitu Tatang Mulyadi dan Abdi Tunggal, melalui perantara Posma Barimbing, yang merupakan Anggota Polri Bagian Logistik di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Hingga Maret 2010, total telah terjual 28 pucuk senjata api dalam berbagai jenis, serta 19.999 butir peluru kepada Sofyan Tsauri.

28 senjata tersebut yakni AK-47 sebanyak 42 buah, M-16 sebanyak 11 buah, M-58 sebanyak 2 buah, revolver 6 buah, senjata jenis remington 2 buah, pistol jenis challenger 1 buah, dan pistol jenis browning 2 buah.

Senjata-senjata tersebut akan dipergunakan untuk pelatihan di Aceh, serta untuk merampok yang uangnya akan digunakan untuk modal menjalankan program-program pelatihan tersebut.

Sofyan yang dipecat dari kesatuan Polri karena alasan poligami, jarang masuk dan terlibat jihad itu pada Februari 2009. Dia sempat membawa anak didiknya yang latihan di Aceh ke Jakarta untuk dilatih di Mako Brimob dengan dibiayai selama 1 bulan.

Pengacara terdakwa, Nurlan HN mengaku keberatan dengan dakwaan yang diajukan JPU. Menurutnya, jika mengacu pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) maka seharusnya sidang digelar di Aceh, tapi justru sidang digelar di Depok.

Lebih lanjut ia menjelaskan, walaupun ia tidak merasa dirugikan dengan persidangan yang digelar di Depok, pada persidangan berikutnya yang akan digelar 6 Oktober mendatang, pihaknya akan mengajukan eksepsi akan hal itu (tribun-medan)

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger