EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Tuesday, March 30, 2010

GAYUS HALOMOAN TAMBUNAN | sang millioner | gayus

SEPAK TERJANG GAYUS TAMBUNAN

Namanya pertama kali disebut oleh mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji.  Susno menyebutkan Gayus memiliki  Rp 25 miliar di rekeningnya, namun hanya Rp 395 juta yang dijadikan pidana dan disita negara. Sisanya Rp 24,6 miliar tidak jelas.

Gayus Tambunan, warga Jalan Warakas I GG 23 RT 011 RW 008, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, didakwa dengan Pasal 3 Ayat (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pasal 372 KUHP tentang Penipuan.

Dalam kasus pajak ini Gayus dibidik Polri dengan 3 pasal, yakni pasal penggelapan, pencucian uang, dan korupsi, namun di persidangan dia hanya dituntut dengan pasal penggelapan. Hakim memvonisnya dengan hukuman 1 tahun percobaan. Belakangan dia dibebaskan.

”Vonisnya dibacakan hakim Jumat (12/3) lalu,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Tangerang Arthur Hangewa di Tangerang, Banten, Senin kemarin.
Hukuman itu lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum Nasran Aziz, yakni hukuman satu tahun percobaan satu tahun.
Ketua majelis hakim perkara Gayus adalah Muhtadi Asnun yang juga Ketua Pengadilan Negeri Tangerang. Dua anggota hakim adalah Bambang Widitmoko dan Haran Tarigan.
Arthur mengatakan, sidang perkara Gayus digelar sejak 13 Januari. ”Ada sembilan kali persidangan sampai perkara divonis bebas dengan menghadirkan 15 saksi,” ujar Arthur.
Sementara itu, Haran Tarigan enggan berkomentar terkait vonis bebas Gayus.

 Gayus adalah alumni SMAN 13 Jakarta Utara.Dan  lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 2000 Teman-temannya terkejut setelah tahu Gayus terlibat kasus markus.
Usianya masih 30 tahun. Tapi sepak terjangnya sudah menggegerkan Mabes Polri. Gayus Halomoan Tambunan, belakangan ini namanya santer disebut sebagai makelar kasus pajak yang ditangani tidak sesuai aturan alias penuh rekayasa.

Kasus ini mengemuka setelah Bareskrim Mabes Polri menemukan aliran dana mencurigakan yang masuk ke rekening terdakwa di Bank Central Asia Bintaro, Kota Tangerang Selatan, sebesar Rp 170 juta pada 21 September 2007 dan Rp 200 juta pada 15 Agustus 2008.
Total uang yang diterima pegawai pajak ini dari PT Megah Citra Jaya Garmindo untuk mengurus pajak perusahaan tersebut sebesar Rp 370 juta. Setelah mentransfer uang itu, terdakwa tidak mengurus apa pun meskipun perusahaan tersebut berkali-kali menghubungi terdakwa dan menanyakan pengurusan pajak dan uang yang ditransfer.
Sejak penyelidikan kejaksaan dan perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang, terdakwa tidak pernah ditahan.

Namun, jaksa peneliti dalam perkara yang melibatkan Gayus Tambunan justru akan mengajukan laporan pencemaran nama baik kepada Markas Besar Polri. Selain itu, secara pribadi atau bersama-sama, jaksa peneliti juga akan menggugat secara perdata pihak yang mencemarkan nama baik mereka.
Hal itu diungkapkan jaksa Cirus Sinaga selaku ketua tim jaksa peneliti dalam perkara yang melibatkan Gayus Tambunan dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung, Senin. Selain Cirus, tiga jaksa peneliti lainnya juga hadir, yakni Fadil Regan, Eka Kurnia, dan Ika Safitri.
Pengaduan itu akan diajukan kepada pihak yang menuding jaksa peneliti menerima uang suap dalam perkara Gayus Tambunan.
Ketika wartawan menanyakan, siapa yang akan dilaporkan dan digugat secara perdata, Cirus berkali-kali mengelak. Namun, akhirnya ia menjawab, ”Ya, siapa yang menuduh. Katanya, kalau di TV kan Pak Susno.”
Secara terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, proses tindakan atas Gayus Tambunan sedang dilakukan secara internal oleh Kementerian Keuangan.
”Tim akan memberikan rekomendasi hukuman yang bertujuan menciptakan suasana pencegahan pada pelanggaran pegawai,” ujar Menteri Keuangan.

GAYUS DICEKAL

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar memastikan tersangka penggelapan pajak Gayus Tambunan yang diduga tengah berada di Singapura, tidak akan melarikan diri ke negara lain. Kementerian Hukum dan HAM, telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mengeluarkan surat pemblokiran terhadap paspor milik Gayus Tambunan.

"Kami keluarkan namanya SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) yang hanya berlaku satu kali dari Singapura ke Indonesia," kata Patrialis usai bertemu dengan Jaksa Agung Hendarman Supandji, Senin (29/3).

Untuk membantu kinerja Kepolisian, Kementerian Hukum dan HAM, melakukan upaya koordinasi dengan pihak imigrasi untuk mendeteksi keberadaan Gayus di Singapura. Bahkan, Patrialis menambahkan, koordinasi dilakukan hingga ke pihak imigrasi di seluruh dunia.

"Saya pun sudah perintahkan seluruh institusi imigrasi kemarin di seluruh dunia untuk mendeteksi keberadaan Gayus," ujarnya.

Surat pemblokiran tersebut, nantinya akan mempersempit langkah Gayus Tambunan melarikan diri ke negara lain. Artinya, dengan surat itu, paspor milik Gayus Tambunan, hanya berlaku untuk mengunjungi Indonesia dan tidak berlaku untuk mengunjungi negara lain.

PENGACARA GAYUS DI PERIKSA

Pengacara Gayus Tambunan, Haposan Hutagalung diperiksa Tim Independen Mabes Polri. Haposan diperiksa terkait kasus pencucian uang, penggelapan, dan korupsi yang dilakukan oleh pegawai Dirjen Pajak, Gayus Tambunan itu.

"Diperiksa oleh tim independen," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri (Bareskrim) Komisaris Jenderal Ito Sumardi dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Senin 29 Maret 2010.

Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian Personal, Komisaris Besar Budi Waseso membenarkan diperiksanya Haposan oleh penyidik di Bareskrim. "Diperiksa sebagai saksi," kata dia.

Sebagaimana diketahui, kasus Gayus ini bermula dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada 2009. PPATK melaporkan adanya transaksi mencurigakan dalam rekening pegawai Dirjen Pajak, Gayus Tambunan.

Penyidik Polri pun mengadakan penyidikan terhadap laporan itu. Namun uang yang dinyatakan terkait tindak pidana hanya sekitar Rp 395 juta.

Sementara sisanya, sekitar Rp 24,6 miliar diakui oleh Andi Kosasih. Belakangan, Andi dinyatakan telah berbohong atas pengakuannya tersebut. Andi ternyata hanya dibayar sekitar Rp 1,9 miliar dari uang itu.

Kini, Andi Kosasih telah ditahan oleh Penyidik Bareskrim Mabes Polri. Sementara, Gayus Tambunan yang divonis bebas dalam kasus ini, diduga telah melarikan diri tak diketahui rimbanya. Diduga, Gayus telah kabur ke Singapura.

TUTORIAL BLOG , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger