EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Friday, February 19, 2010

TENTANG RPM KONTEN MULTIMEDIA

MENTERI TIFATUL SEAKAN 'CUCI TANGAN'

Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika mengenai konten multimedia atau lebih dikenal dengan RPM Konten Multimedia menuai banyak kritik dari berbagai pihak dikarenakan akan membelenggu kebebasan pers. Namun, sangat disayangkan karena disaat polemik RPM ini terus bergulir, pihak pemerintahan malah saling menuding dan terkesan "cuci tangan" dari masalah ini.

Keterangan ini didapat dari analis Komunikasi Politik dari Universitas Sumatera Utara, Ahmad Taufan Damanik.

“Lucu sekali melihat tingkah mereka, menteri tiba-tiba mengaku belum baca sedangkan Presiden bilang belum diberitahu tentang RPM,” ujarnya,

Dikatakannya, tidak sepantasnya menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengaku belum membaca RPM tersebut, apalagi rancangan peraturan ini sudah dibuat dari tahun 2006. Selain itu, tambahnya, Tifatul pernah menggembar-gemborkan RPM ini sekitar dua bulan lalu

“Karenanya, alasan “belum membaca” ini seolah upaya menyelamatkan diri saja setelah mendapat teguran keras dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam sidang kabinet di kantor kepresidenan, Kamis (18/2), SBY secara tidak langsung menegur Tifatul. Presiden menilai Menkominfo terlalu dini mempublikasikan rencana peraturan pembatasan konten multimedia sehingga memberikan kesalahan penafsiran di masyarakat. Oleh karenanya, SBY mengimbau kepada seluruh menteri untuk terlebih dahulu melaporkan kepada presiden jika hendak menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah atau Rancangan Undang-Undang. ( waspada )

INTERNET KITA AKAN DI SENSOR

Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika soal Konten (RPM Konten) menjadi masalah. Filter dan blokir, alias sensor, terhadap konten internet diyakini akan menimbulkan masalah bagi pengakses internet di Indonesia.

Dalam RPM tersebut memang disebutkan adanya kewajiban dari penyelenggara multimedia untuk melakukan penyaringan konten (draft RPM Pasal 8 Ayat c). Praktek yang, jika dilakukan, bisa sama atau mirip dengan pengebirian konten alias sensor.

Nah, ICT Watch selaku penggiat gerakan Internet Sehat di tanah air ternyata juga mencibir kegiatan penyaringan dan blokir. "Filtering dan blocking, pada prakteknya rentan disalahgunakan untuk membatasi kebebasan berekspresi dan berinformasi pada masyarakat," sebut ICT Watch dalam pernyataan sikapnya, Senin (15/2/2010).

Bahkan, praktek sensor konten itu juga akan menyulitkan pengguna internet kebanyakan di Indonesia. Artinya, orang yang tidak mencari konten yang dilarang pun ditengarai bisa terkena dampak buruknya.

"Adanya filtering dan blocking terus menerus dan kumulatif, maka yang rentan terjadi adalah pelambatan akses Internet di Indonesia, yang berarti juga semakin lambatnya masyarakat Indonesia (khususnya para pengguna Internet) untuk mencari dan mendapatkan informasi," demikian pernyataan sikap itu.(detik.net)
Salam Blogger

TUTORIAL BLOG ,MEBEL antik , GAME online , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC , MY FACEBOOK

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger