EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Friday, February 19, 2010

ANTASARI AZHAR DI VONIS 18 tahun

UPAYA BANDING

Ahli hukum pidana Universitas Indonesia Rudy Satrio meyakini upaya banding mantan Ketua KPK itu akan berbuah hasil. "Kemungkinan dalam putusan itu akan membebaskan atau meringankan karena fakta persidangan lemah. Tergantung penilaian hakim karena hakim berbeda," ujar Rudy, Jumat (12/2/2010).

Terpidana kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Antasari Azhar segera mengajukan banding atas vonis 18 tahun penjara yang diputus majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurutnya, majelis hakim yang diketuai Herri Suwantoro lemah dalam menyusun fakta hukum terkait pembunuhan berencana terhadap bos PT Putra Rajawali Banjaran tersebut.

"Fakta-fakta persidangan yang tidak menunjukan keterlibtan antasari dalam melakuakan pembunuhan dijadikan dasar oleh pengacara. Hal itu yang diajukan dalam banding ke pengadilan tinggi," tambahnya

Sebelumnya, salah satu anggota tim kuasa hukum, Antasari, M Assegaf menilai majelis hakim tidak mempertimbangkan fakta secara keseluruhan. Selain itu, dia juga menilai bahwa hakim tidak memberikan pertimbangan yang cukup memadai dan tidak memberikan pembelaan terhadap pihak Antasari.

“Seharusnya hakim menilai benar atau tidak adanya rekayasa. Seharusnya dinilai dengan argumentasi yang jelas,” tandasnya usai pembacaan vonis Antasari kemarin.(okezone)

YANG MEMBERATKAN VONIS

Antasari Azhar divonis 18 tahun penjara. Status Antasari sebagai penegak hukum menjadi salah satu pertimbangan yang memberatkan hukuman dalam putusan hakim.

"Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah menyebabkan anak-anak dan istri kehilangan ayah dan suaminya. Kedua, terdakwa adalah penegak hukum," kata anggota majelis hakim Nugroho Setiaji saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Kamis (11/2/2010).

Nugroho juga menyebutkan hal-hal yang meringankan bagi Antasari. Pertama, terdakwa selalu sopan selama menjalani persidangan. Kedua, terdakwa tidak pernah dihukum. Ketiga, terdakwa berjasa dalam pemberantasan korupsi.

Antasari langsung banding setelah divonis 18 tahun penjara. Antasari menilai ada yang tidak konsisten dan tidak profesional atas penanganan kasusnya.

Majelis Hakim memberikan pertimbangan atas pembelaan terdakwa Antasari Azhar. Dalam tuntutan terkait jeratan Pasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 55 ayat 1 ke 2 jo Pasal 340, Majelis Hakim menyatakan, secara keseluruhan terdakwa Antasari Azhar terbukti bersalah.

Unsur tersebut berkenaan dengan dakwaan barang siapa turut serta menganjurkan dengan sengaja direncanakan menghilangkan nyawa orang lain. Unsur tersebut kemudian dibagi menjadi enam yakni delik barang siapa, turut serta, menganjurkan, dengan sengaja, direncanakan, dan menghilangkan nyawa orang lain.
"Terdakwa Antasari Azhar terbukti mengenal terdakwa Sigid Haryo Wibisono sebelum menjadi Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yakni sebelum 18 Desember 2007. Terdakwa juga terbukti mengenal istri siri Nasrudin Zulkarnaen, Rani Juliani, saat tergabung dalam Adhyaksa Golf Club. Saat itu Rani Juliani merupakan caddy tetap atasan Antasari yakni Sudibyo Saleh," ujar Ketua Majelis Hakim Herry Swantoro.
Majelis Hakim juga mengatakan terdakwa Antasari terbukti kenal dengan terdakwa Wiliardi Wizard. Saat Sigid Haryo Wibisono mengajak terdakwa untuk ngobrol-ngobrol di rumahnya di Jalan Patiunus, Sigid mengenalkannya dengan Wiliardi Wizard. Dalam pembicaraan bertiga itulah kemudian Wiliardi memohon untuk dibantu promosi jabatan.

"Terdakwa juga terbukti kenal dengan Nasrudin Zulkarnaen. Terdakwa mengakui bahwa selama mengenal Nasrudin, dirinya pernah menerima kedatangan korban di kantor KPK sebanyak lima kali dan di Hotel Grand Mahakam sebanyak dua kali," lanjut Herry.

Majelis hakim juga memberikan pertimbangan terkait kedatangan Rani Juliani ke kamar 803 Hotel Grand Mahakam. Dalam pembacaannya, Majelis Hakim menerangkan terdakwa Antasari Azhar mengundang Rani Juliani ke kamar tersebut dan hanya ada mereka berdua saja. Majelis Hakim pun kemudian menceritakan kronologis di dalam kamar tersebut, disebutkan pula Antasari meminta Rani untuk memijitnya di atas sofa lalu kemudian mencium bibir Rani.

Diceritakan pula Antasari meraba ke dalam bra Rani Juliani dan membuka celananya dihadapan caddy itu. Terkait delik menghilangkan nyawa orang lain juga terbukti, Nasrudin Zulkarnaen meninggal dunia sesuai visum et repertum yang dikeluarkan tanggal 30 Maret 2009. Untuk itu maka pembelaan kuasa hukum dengan itu harus ditolak.

"Sebelum menjatuhkan pidana, Majelis Hukum mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan bagi terdakwa adalah terdakwa telah membuat anaknya kehilangan ayah, istrinya kehilangan suami, dan membuat keluarganya menderita. Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa sopan dan santun selama persidangan, berjasa kepada negara karena telah melakukan pemberantasan korupsi, taat pada hukum dan tidak pernah melakukan tindak pidana," pungkasnya.(inilah.com)

Kajian Komisi Yudisial
Komisi Yudisial akan melakukan kajian terhadap putusan persidangan tingkat pertama kasus pembunuhan berencana dengan terdakwa Antasari Azhar. Lembaga ini akan meminta salinan putusan perkara ini untuk mengkaji ada tidaknya pelanggaran kode etik hakim dalam proses penetapan vonis terhadap Antasari.
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK, Antasari Azhar dikenai hukuman 18 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen pada 11 Februari lalu.
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni hukuman mati.
Dalam pembacaan tuntutan beberapa waktu lalu Jaksa Penuntut Umum Cirrus Sinaga mengatakan Antasari memiliki motif yang kuat untuk menghabisi nyawa Nasrudin.
Motif itu, kata jaksa, adalah kasus pelecehan seksual yang dilakukan Antasari kepada Rhani Juliani, istri Nasrudin.
Etika hakim< Komisi Yudisial yang sebelumnya melakukan pemantauan terhadap proses persidangan perkara pembunuhan dengan terdakwa Antasari Azhar, berencana mengkaji prosedur pengambilan putusan oleh Majelis Hakim yang dipimpin oleh Herry Swantoro pada perkara tersebut.
Komisi Yudisial sudah sering memeriksa kredibilitas hakim Ketua Komisi Yudisial Busro Mukodas mengatakan lembaganya sudah mengirimkan surat permintaan salinan putusan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dia menjelaskan langkah yang dilakukan lembaganya dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pelanggaran etika hakim dalam proses pengambilan putusan itu.
Menurutnya Komisi Yudisial tidak akan mempengaruhi putusan Hakim pada penanganan perkara di pengadilan yang lebih tinggi.

Lembaganya hanya menyoroti ada tidaknya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh hakim di persidangan tersebut.
Berbeda dengan Komisi Yudisial, Mahkamah Agung justru melihat rencana Komisi Yudisial ini akan berpotensi mempengaruhi independensi hakim di tingkat banding.

Juru Bicara Mahkamah Agung Hatta Ali mengatakan sebaiknya Komisi Yudisial menemukan indikasi kuat terjadinya pelanggaran etika sebelum meminta salinan putusan perkara Antasari.
Jika tidak, katanya, langkah Komisi Yudisial tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi keberanian hakim dalam mengambil keputusan sebuah perkara apalagi jika hasil kajian Komisi Yudisial nanti disampaikan sebelum ada putusan berkekuatan hukum tetap.
Menurutnya juga akan lebih baik jika Komisi Yudisial juga tidak mengumumkan rencana pemeriksaan itu kepada publik.(bbc.co.uk)

TUTORIAL BLOG ,MEBEL antik , GAME online , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC , MY FACEBOOK

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger