EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Thursday, January 7, 2010

SUSNO DUADJI | KASUS ANTASARI AZHAR



Jaksa penuntut umum benar-benar tidak menyangka Komjen Susno Duadji dihadirkan ke persidangan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Namun, mereka diuntungkan karena menilai keterangan mantan Kabareskrim Polri itu justru memberatkan Antasari.

"Keterangan yang bersangkutan (Susno) bukan meringankan, tapi memberatkan," kata jaksa penuntut umum Cirus Sinaga usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (7/1/2010).

Menurut Cirus keterangan Susno selaras dengan keterangan 11 saksi verbalisan (penyidik) dan keterangan mantan Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Hadiatmoko sebelumnya. Bahwa perkara Antasari tidak ada unsur rakayasa dan sudah disidik dengan independen serta sesuai prosedur hukum.

"Saksi Hadiatmoko telah menerangkan di persidangan bahwa ia tidak mencampuri proses penyidikan," terang Cirus.

Dikatakan dia, Susno juga mendukung kesaksian Hadiatmoko bahwa terdakwa Kombes Wiliardi Wizar mengeluh selama proses penyidikan karena terbatas berkomunikasi dan bertemu dengan istrinya. Dan keluhan Wili tersebut sudah diselesaikan oleh para penyidik.

Selain tidak menyangka, Cirus sempat memprotes kehadiran Susno yang memakai pakaian dinas ke persidangan. Dia sempat meminta agar Susno melepas baju kebesarannya itu bisa datang ke persidangan atas nama pribadi, bukan institusi.

"Majelis sudah bersikap bijaksana. Majelis memang tidak boleh menolak, karenanya keberatan jaksa dicatat oleh panitera," pungkasnya.


Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji boleh saja mengatakan kehadirannya di sidang Antasari Azhar dalam kapasitas pribadi. Tapi prosedur yang ada, Susno harus meminta izin Kapolri.

"Kapolri dong. Jadi harus ke Bapak Kapolri," jelas Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (7/1/2010).

Susno, lanjut Ito, bersaksi di waktu jam dinas. Dan sesuai peraturan pastinya harus ada izin Kapolri.

"Ya kalo misalnya kita dalam jam dinas. Dalam jam dinas aturannya minta izin ke pimpinan," tambahnya.

Apakah Susno sudah meminta izin Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri? "Saya belum tahu," tutupnya.

Susno dihadirkan sebagai saksi oleh pengacara Antasari sebagai saksi yang meringankan mantan ketua KPK itu. Jaksa penuntut umum (JPU) Cirus Sinaga mempersoalkan surat izin dari Mabes Polri terkait kedatangan Susno menjadi saksi Antasari.

Bagi JPU, Susno yang bersaksi pada jam tugas dan mengenakan seragam dinas seharusnya mendapatkan izin terlebih dulu dari Mabes Polri. Susno mengakui kehadirannya ke sidang atas nama pribadi.


Kesaksian Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji menohok Polri. Apa yang disampaikannya di persidangan berbanding terbalik dengan tindakan hukum Polri atas Antasari. Apakah Susno dianggap berkhianat?

"Kita tidak melihat dalam konteks dikhianati atau tidak," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (7/1/2010).

Sulistyo menyampaikan, dalam persidangan, hal apapun bisa terjadi sesuai dinamika. "Dalam sidang apa saja bisa terjadi," tambahnya.

Sulistyo menjelaskan, kehadiran Susno di sidang itu pun sepenuhnya atas permintaan pengacara.

"Jadi bukan harus izin atau tidak nanti kita lihat saja," tutupnya.

 
Mabes Polri akan meneliti kehadiran mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji untuk bersaksi di sidang Antasari Azhar. Kasus kehadiran Susno yang berseragam dinas tapi tanpa surat izin itu ditangani Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).


"Masalahnya kan dinas, beliau kan dinas makanya pakai baju dinas. Tentunya dari internal yang akan menyelesaikan masalahnya. Tentunya kalau internal ya di propam. Kan ada ketentuannya," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (7/1/2010).


Ito belum bisa memastikan apakah tindakan Susno itu dipastikan sebagai sebuah bentuk pelanggaran. "Mungkin nanti bisa ditanyakan ke Propam," tambahnya.


Susno dihadirkan sebagai saksi oleh pengacara Antasari sebagai saksi yang meringankan mantan ketua KPK itu. Jaksa penuntut umum (JPU) Cirus Sinaga mempersoalkan surat izin dari Mabes Polri terkait kedatangan Susno menjadi saksi Antasari.


Bagi JPU, Susno yang bersaksi pada jam tugas dan mengenakan seragam dinas seharusnya mendapatkan izin terlebih dulu dari Mabes Polri. Susno mengakui kehadirannya ke sidang atas nama pribadi.




Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji menegaskan bila dirinya tidak terlibat dalam penyidikan kasus Antasari Azhar. Tujuannya, agar tidak terjadi konflik kepentingan.

"Kabareskrim tidak dilibatkan dalam menyidik pimpinan KPK, supaya tidak ada kepentingan, itu kan baru sekali. Jadi yang menyidik Polda Metro dan tim tersendiri. Dan karena saya adalah anggota forum, forum itu anggotanya semua pimpinan KPK,

Kabareskrim, jampidum dan lain-lain. Jadi itu sudah tepat pekerjaannya," kata Susno. Hal itu disampaikan Susno usai menjadi saksi yang meringankan bagi Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jaksel, Kamis (7/1/2010) Selain itu Susno juga mengaku hadir di sidang sebagai saksi yang meringankan Antasari dalam kapasitas pribadi. "Kan tadi Anda sudah mengikuti persidangan, saya memberikan kesaksian ade charge, jadi selaku pribadi," terangnya.

Dalam sidang, Susno menyatakan bahwa wakilnya, Irjen Hadiatmoko, duduk sebagai pengawas penyidik dan ketua tim pencari motivasi Antasari, dan langsung melaporkan hasil kerjanya pada Kapolri. Susno baru mengetahui tim tersebut setelah tim gagal menemukan motif Antasari.


Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji menjadi saksi meringankan bagi Antasari Azhar. Karena kesaksiannya itu, muncul usulan agar Kapolri juga dihadirkan sebagai saksi. Bagaimana Susno menanggapinya?

"Oh enggak, itu bukan kapasitas saya untuk menjawab," elak Susno saat dicegat wartawan usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (7/1/2010).

Dalam kesaksiannya, Susno menyatakan mantan Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko punya kepentingan dalam keberhasilan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Hadiatmoko yang berstatus sebagai ketua tim pencari motivasi Antasari dan pengawas penyidik kasus tersebut, melaporkan langsung perkembangan kasus ke Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.

Susno hadir di persidangan dengan menggunakan seragam polisi lengkap atas nama pribadi. Jaksa sempat mempermasalahkan surat tugas dan baju dinasnya yang dipakai.


Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji mengaku pernah mengundang eks Kapolres Jakarta Selatan Kombes Po Wiliardi Wizar untuk bertemu. Wiliardi menumpahkan unek-uneknya ke Susno. Namun, mereka tidak membicarakan kasus pembunuhan Nasrudin yang melilit Wiliardi.

Pengakuan Susno itu disampaikan saat menjadi saksi dalam sidang terdakwa Antasari Azhar di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (7/1/2010).

Susno mengaku telah mengundang Wiliardi ke ruang kerjanya. Tetapi, Susno lupa tanggal pertemuan tersebut.

"Saya tanggalnya sudah lupa (pertemuan dengan Wiliardi). Namun, saya ralat bukan memanggil, tetapi mengundang," kata Susno saat menjawab pertanyaan dari kuasa hukum Antasari, Ari Yusuf Amir, yang menanyakan apakah benar Susno memanggil Wiliardi untuk bertemu.

Susno menjelaskan memanggil Wiliardi selaku senior di Mabes Polri. "Kenapa saya undang, karena saya selaku pribadi, saya seniornya. Wili masih anggota Polri aktif," ujar dia.

Susno mendengar hak-hak Wiliardi sebagai tersangka kurang mulus didapatkan, misalnya untuk ditemui istrinya dan untuk berkomunikasi.

"Langsung saya undang melalui staf. Saya minta undang juga keluarganya. Waktu itu, habis Magrib, saya bicara dari hati ke hati. Kebetulan ada mantan Dirkrimum Polda Metro Jaya (Kombes Pol M Iriawan). Saya katakan kepada Wili, Saudara masih berstatus sebagai polisi aktif, apakah ada kesulitan, keluhan, dan sesuatu yang perlu dibantu karena saya senior, terlepas dari Anda salah atau tidak," papar Susno.

Menurut dia, Wiliardi mengaku jam besuknya dikurangi. "Kemudian, saya katakan kepada komandan jaga (tahanan) supaya tidak perlu ada perbedaan. Saya waktu itu lebih banyak bicara soal pribadi, soal keluarga pokoknya, dari hati ke hati," kata Susno.

Susno pun tidak mau mencampuri urusan hukum yang tengah mendera Wiliardi.

"Berkaitan dengan kesaksian Wili, saya katakan, itu hak Anda. Tetapi berhenti atau tidak menjadi anggota Polri, itu adalah karena kesalahan dan lamanya dihukum. Kalau dihukum 3 bulan, itu berhenti. Nah, Anda salah atau tidak, Anda yang tahu," ujar Susno. (Vibizdaily.com-Polhukam)
Baca Biografi susno - vonis susno
Salam blogger

TUTORIAL BLOG ,MEBEL antik , GAME online , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC , MY FACEBOOK

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger