EDY PUTRA jepara Jl.cik lanang Nm.62 Rt.04/05Kauman Jepara jateng-59417. CALL; +6281904645456 , +6281390345437. E-mail ; edy_putra@ymail.com , edyputrajepara@gmail.com Malayani ; LAS , BODY REPAER MOBIL , MESIN , CAT , JASA FINISHING MEBEL , CALTER MOBIL , MEBEL,FURNITUR
Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

Saturday, November 7, 2009

LIPUTAN BERITA ANGGORO | ANGGODO

Buronan KPK, Anggoro Widjaja
ANGGORO MASIH SANTAI DILUAR NEGRI

Jakarta,  Hingga saat ini, Direktur PT Masaro, Anggodo Widjaja (buronan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih bisa santai di luar negeri.

Bahkan, penegak hukum yang saat ini disibukkan dengan rekaman dugaan rekayasa kasus atas pimpinan KPK yang diperdengarkan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (2/11/2009).

Bahkan, adik Anggoro, yaitu Anggodo Widjaja, yang ditengarai sebagai otak kriminalisasi KPK, belum juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri. Padahal, dalam rekaman pembicaraan yang disadap KPK dan sudah diperdengarkan kepada publik, terdengar jelas, bahwa Anggodo menyebut-nyebut nama sejumlah aparat hukum, mulai dari Kejaksaan sampai dengan Mabes Polri, salah satunya Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji.

Dalam rekaman tersebut, kakak beradik itu membicarakan soal berita acara yang diduga akan dijadikan dasar untuk menjerat pimpinan KPK (non aktif) Chandra M Hamzah dan Bibit S Rianto.

"Berita acara wis sinkron, sudah sinkron (berita acara sudah sinkron, sudah sinkron)," kata Anggodo.

Namun agaknya Anggoro sedikit tidak percaya pada adiknya tersebut. "Wis to (sudah toh) ?" tanya Anggoro.

Anggoro pun mencoba meyakinkankan Anggoro. "Paling lambat Senin atau Selasa kelar, biar kuwi neng bunder (setelah itu di Gedung Bundar). Bunder wis siap (Bundar sudah siap)," kata Anggodo.

"Tapi sing nyidik tetep Truno (tapi yang menyidik tetap di Truno) to?" tanya Anggoro lagi.

"Iya, kan seko Truno dikirim neng Kejaksaan terus kan Kejaksaan P21 (iya, kan dari Truno dikirim ke Kejaksaan terus kan Kejaksaan P21)," jawab Anggodo.

"P21 iku opo (P21 itu apa)?" tanya Anggoro.

"BAP wis sempurna ngono lho (BAP sudah sempurna begitu loh)," jawab Anggodo.

"Terus ditahan?" tanya Anggodo lagi.

"Ditahan dulu 60 hari ambek Truno (ditahan 60 hari oleh Truno)," jawab Anggodo. Dan sambungan telepon terputus.

Namun, perseteruan antara penegak hukum di Tanah Air, masih terus berlangsung. Sementara, Anggoro yang menjadi penyebab KPK diacak-acak, tidak mau pulang ke Indonesia, karena takut ditahan.Sumber

SUSNO PENUHI PANGGILAN
Jumat, 06/11/09, 23:47:13 WIB











      
Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Susno Duadji, memenuhi panggilan Tim 8 di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta (Jumat, 6/11). Tim 8 menilai antara Kapolri dan Kabareskrim tidak konsisten dalam menjawab pertanyaan seputar kasus pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. DWI AMBUDO/RAKYAT MERDEKA.



BERI KESEMPATAN POLRI
Jumat, 06/11/09, 23:45:36 WIB








      
Gabungan massa dari berbagai elemen menggelar aksi di depan Istana Negara, Jakarta (Jumat, 6/11). Mereka menyerukan kepada masyarakat untuk tidak terjebak dalam opini-opini terkait perkara antara KPK dan Polri serta memberikan kesempatan kepada Polri untuk bekerja sesuai mekanisme hukum dan menuntut pembubaran Tim Pencari Fakta (TPF). TEDY KROEN/ RAKYAT MERDEKA.


AKSI MENOLAK TIM 8
Jumat, 06/11/09, 23:43:00 WIB








      
Massa dari Gerakan Mahasiswa Nusantara (Gemantara) menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta (Jumat, 6/11). Mereka mendesak Presiden SBY untuk membubarkan Tim 8 dan menyerahkan sepenuhnya kasus dua Pimpinan KPK non aktif, Bibit dan Chandra, kepada Kepolisian dan Kejaksan. TEDY KROEN/ RAKYAT MERDEKA.



KLARIFIKASI JAKSA AGUNG
Jumat, 06/11/09, 23:44:13 WIB








      
Jaksa Agung RI, Hendarman Supandji, didampingi Jampidsus memenuhi panggilan Tim 8 di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta (Jumat, 6/11). Hendarman Supandji dipanggil Tim 8 untuk dimintai keterangan soal transkrip rekaman dugaan rekayasa terhadap KPK, yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi. DWI PAMBUDO/RAKYAT MERDEKA.


BIBIT DAN CHANDRA PENUHI PANGGILAN TIM 8
Jumat, 06/11/09, 02:33:00 WIB








      
Bibit Samad Rianto (kiri) dan Chandra M Hamzah (kanan) mendengarkan penjelasan Ketua Tim 8, Adnan Buyung Nasution, di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta (Kamis, 5/11). Bibit dan Chandra dimintai keterangan soal transkrip rekaman dugaan rekayasa terhadap KPK, yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi. DWI PAMBUDO/RAKYAT MERDEKA.


ANGGODO WIDJOJO
Jumat, 06/11/09, 02:31:53 WIB








      
Anggodo Widjojo (tengah), didampingi kuasa hukumnya memberikan keterangan di hadapan Tim 8 di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta (Kamis ,5/11). Anggodo dipanggil Tim 8 untuk dimintai keterangan soal transkrip rekaman dugaan rekayasa terhadap KPK, yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi. DWI PAMBUDO/RAKYAT MERDEKA.


TUTORIAL BLOG , BENGKEL MOBIL , ISLAMIC

Artikel Terkait

1 comments:

Pasang Iklan said...

setelah sekian lama kita dilanda keraguan akan transkrip yang beredar luas dimedia masa maupun masyarakat luas...
akhirnya keraguan kita terbayar dengan terungkapnya dan diperdengarkannya rekaman dari ponsel ANGGODO dan juga rekan2nya...

saya cukup puas dengan hasil rekaman KPK tersebut...
selain bisa mengobati keraguan saya atas munculnya transkrip rekamantersebut...
rekaman tersebut juga memunculkan nma2 yang sangat berpengaruh pada setiap lembaga yg mengurusi hukum dinegara kita...

bahkan setelah rekaman ini diperdengarkan umum...
RI 1 menyarankan agar nama2 yang termasuk dalam isi rekaman tersebut segera dinonaktifkan selama dalam proses penyidikan kasus ini...
bahkan tersangka Bibit dan Chandra pun segera ditangguhkan dari tahanan...

selang satu hari kemudian, nama2 yang ikut dalam kasus inipun mulai mengundurkan diri...
KABARESKRIM susno dan juga Wakil Jaksa AH Ritonga pun ikut mundur.

semoga saja kasus ini akan segera menemukan titik terang dan berhasil mengungkap siapa saja aktor2 yang benar dan salah...
semoga saja kasus ini bisa mempersatuykan bangsa kita agar menjadi bangsa yang lebih kokoh dan lebih jujur dalam menuntaskan para mafia2 hukum.
Iklan

Post a Comment

SILAHKAH COMEN DULU...
MAKASIH TELAH MEMBERI COMEN DAN WUKTUNYA....
SALAM PERSAHABATAN.....
edy putra Jl.cik lanang62 Kauman Rt04/05 Jepara-59417

KLIK MENDENGARKAN LAGU



Photobucket

CARI ARTIKEL DISINI

Loading

COMENTATOR

CARA MEMBUKA KLIK KANAN PADA BLOG JEPARA BUMI KARTINI
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger